27 C
Sidoarjo
Monday, August 31, 2026
spot_img

Pemkot Mojokerto Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Pelatihan Berbasis Kompetensi

Pemkot Mojokerto, Bhirawa. – Pemerintah Kota Mojokerto terus mendorong peningkatan kompetensi masyarakat melalui pelatihan kerja berbasis kompetensi. Upaya tersebut diharapkan mampu memperluas peluang kerja sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari membuka Pelatihan Berbasis Kompetensi bagi Pencari Kerja Tahap II Tahun 2026 di UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Mojokerto, Senin (31/8). Kegiatan tersebut diikuti 80 peserta yang terbagi dalam lima kejuruan.

Kelima kejuruan tersebut meliputi pemasaran digital, teknisi AC residensial, pembuatan batik tulis, pemasangan instalasi listrik bangunan sederhana, serta administrasi perkantoran. Masing-masing kejuruan diikuti 16 peserta, termasuk tiga penyandang disabilitas.

Wali Kota Mojokerto yang akrab disapa Ning Ita menegaskan, pelatihan tersebut tidak hanya ditujukan untuk memberikan keterampilan dan sertifikat kepada peserta. Lebih dari itu, kompetensi yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bekal untuk bekerja, berwirausaha, maupun meningkatkan kemandirian ekonomi.

“Yang ingin kita capai bukan sekadar saudara-saudara mengikuti pelatihan dan mendapatkan sertifikat. Yang lebih penting, keterampilan ini bisa menjadi bekal untuk bekerja, berwirausaha, dan menghasilkan secara ekonomi,” tutur Ning Ita.

Menurutnya, peningkatan kesejahteraan tidak selalu harus ditempuh dengan menjadi pekerja. Keterampilan yang dimiliki juga dapat dikembangkan menjadi usaha mandiri, bahkan membuka peluang untuk menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain.

Ning Ita juga mengajak generasi muda untuk memanfaatkan perkembangan teknologi dan media sosial secara produktif. Kemajuan teknologi, kata dia, dapat menjadi sarana untuk mengembangkan kemampuan sekaligus membuka berbagai peluang ekonomi. “Manfaatkan teknologi dan media sosial untuk hal-hal yang produktif. Jadikan kemampuan yang dimiliki sebagai peluang untuk menghasilkan sesuatu yang bernilai secara ekonomi,” pesannya.

Berita Terkait :  Pemkab Situbondo Gelar Konvensi Hak Anak Sesuai Konvensi PBB

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kota Mojokerto menyampaikan bahwa pelatihan tersebut ditujukan untuk meningkatkan keterampilan pencari kerja sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Program tersebut sekaligus menjadi salah satu upaya pemerintah dalam menekan angka pengangguran.

Pelatihan Tahap II Tahun 2026 bekerja sama dengan UPT BLK Mojokerto dan dibiayai melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun Anggaran 2026. Seluruh peserta juga mendapatkan perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan. Ning Ita berharap seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh dan mampu mengembangkan keterampilan yang diperoleh setelah pelatihan selesai.

“Saya berharap kesempatan ini dimanfaatkan sebaik-baiknya. Ikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh, sehingga keterampilan yang diperoleh nantinya bisa menjadi bekal untuk bekerja, berwirausaha, atau bahkan menciptakan lapangan pekerjaan,” pungkasnya.

Melalui pelatihan berbasis kompetensi tersebut, Pemkot Mojokerto terus berupaya menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki keterampilan dan daya saing. Program ini diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap kesempatan kerja sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi.[oky.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!