KH Said Aqil Siradj sesaat setelah keluar dari Ndalem Kasepuhan Pesantren Tebuireng, Jombang, Sabtu (29/08). arif yulianto/bhirawa.
Jombang, Bhirawa. Ulama besar yang juga mantan Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siradj berkunjung ke Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng, Jombang, Sabtu (29/08) menjelang pemilihan Ketua PBNU pada Muktamar NU ke-35.
Menanggapi pencalonan KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin sebagai calon Ketua Umum PBNU pada Muktamar NU ke-35, Kiai Said mengatakan, hal itu merupakan hal yang baik.
“Baik, baik. Dzuriyyah,” kata Kiai Said Aqil Siradj saat di Tebuireng.
Untuk diketahui, Pengasuh Pesantren Tebuireng, Jombang, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin yang merupakan dzuriyyah Pendiri NU, Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari itu resmi maju sebagai calon Ketua Umum PBNU pada Muktamar NU ke-35 di Tambakberas, Jombang.
Langkah Gus Kikin maju setelah dirinya dicalonkan oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur (Jatim) sebagai kandidat Ketua Umum PBNU.
Gus Kikin sendiri sehari sebelum agenda pemilihan Ketua Umum PBNU, tepatnya Jumat malam (28/08) di Pesantren Tebuireng telah menyatakan siap maju.
Gus Kikin membawa dua misi besar jika terpilih sebagai Ketua Umum PBNU. Yakni akan membumikan Qanun Asasi NU dan juga mendorong penguatan ekonomi NU.
Gus Kikin Bawa Misi Membumikan Qanun Asasi dan Penguatan Ekonomi NU
Tentang Qanun Asasi, Gus Kikin menilai, seyogyanya AD/ART awal NU berdiri tersebut, memang seharusnya digunakan oleh NU sebagai pedoman organisasi.
“Ini yang ketika NU menjadi partai politik pada tahun 1952, kemudian ditinggalkan,” ujar Gus Kikin.
Gus Kikin yakin jika Qanun Asasi yang diciptakan oleh KH Hasyim Asy’ari diterapkan sebagai pijakan berorganisasi oleh NU, maka kondisi NU akan menjadi sebuah organisasi keagamaan seperti ketika awal didirikan oleh para muassis.
Kemudian tentang penguatan ekonomi, Gus Kikin memandang, jumlah warga NU yang sangat besar merupakan sebuah aset atau kekuatan ekonomi jika dikelola dengan baik.
“Jumlah warganya yang begitu besar itu pasar ekonomi. Itu kalau ditata dengan baik insyaallah jadi satu nilai bagi ekonomi NU,” tandas Gus Kikin.
Untuk diketahui, pada gelaran Muktamar NU ke-35 tahun 2026 yang digelar di Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang pada 27 hingga 31 Agustus 2026, sejumlah nama santer disebut sebagai kandidat calon Ketua Umum PBNU.
Nama-nama tersebut seperti KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, KH Yahya Cholil Staquq atau Gus Yahya, KH Yusuf Chudori atau Gus Yusuf, KH Abdul Gaffar Rozin atau Gus Rozin. [rif.hel].



