23 C
Sidoarjo
Friday, September 4, 2026
spot_img

J-Export 2026, Kolaborasi Pemprov, AME dan Bank Jatim Buka Akses Ekspor

Pemprov Jatim, Bhirawa – Puluhan pelaku UMKM dan IKM Jawa Timur berkumpul di kantor Bank Jatim, Jalan Basuki Rahmad, Surabaya, Rabu (26/8/2026), mengikuti Bootcamp J-Export and Trade Assistance 2026, program yang digagas Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur bersama Akademi Muda Ekspor (AME) dan Bank Jawa Timur Tbk (Bank Jatim). Kegiatan itu dirancang untuk memperkuat kapasitas produsen lokal agar mampu menembus pasar internasional secara mandiri.

“Ini bukan sekadar pelatihan, ini langkah konkret mempertemukan pelaku usaha dengan ekosistem ekspor,” kata Hening Tri Ujianti, Senior Vice President International Banking Division Bank Jatim, saat memberikan sambutan.

Menurut Hening, kolaborasi antara pemerintah provinsi, akademi pelatihan, dan perbankan dimaksudkan untuk mengurangi ketergantungan Usaha Micro Kecil Menengah (UMKM) dan Industri Kecil Menengah (IKM) pada perantara dan membuka jalur langsung ke pasar luar negeri.

Hening menjelaskan bahwa peran Bank Jatim kini melampaui fungsi perbankan tradisional. “Bank Jatim tidak lagi hanya banknya ASN atau birokrasi, kita hadir sebagai mitra bagi pelaku usaha. Sejak 1990 kami juga beroperasi sebagai bank devisa, dan hari ini kami ingin mendorong pelaku UMKM dan IKM Jawa Timur memahami dan memanfaatkan peluang ekspor,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara perbankan dan pemerintah daerah untuk menyiapkan UMKM dari sisi legalitas, pembiayaan, dan pemenuhan standar kualitas.

Berita Terkait :  Rally Mobil Kuno Kenalkan Potensi Wisata Kota Kediri
Produk-Produk UMKM dan IKM yang mengikuti Bootcamp J-Export and Trade Assistance 2026. aryawiraraja/bhirawa

Bootcamp menampilkan serangkaian sesi, pengenalan prosedur ekspor, kurasi produk untuk pasar internasional, persyaratan kualitas dan legalitas, hingga akses pembiayaan ekspor.

Narasumber praktisi ekspor, termasuk perwakilan AME dan pejabat dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi, berbagi studi kasus dan langkah teknis yang harus dipenuhi pelaku usaha.

Hening menyorot dua hambatan utama yang sering dihadapi UMKM: pemahaman prosedur ekspor dan akses modal kerja. “Kalau legalitas dan kualitas sudah rapi, modal kerja masih jadi penghambat. Di sinilah perbankan dan pemda bisa hadir bersama-sama memberi solusi,” katanya.

Ia mendorong peserta memanfaatkan sesi konsultasi hari itu untuk mengecek kesiapan produk para pelaku usaha, mulai dari kurasi hingga kemampuan memenuhi standar pasar tujuan.

Salah satu tujuan program adalah mendorong pelaku untuk melakukan ekspor secara mandiri, tanpa selalu bergantung pada agen. Hening menyatakan keyakinannya bahwa banyak produk Jawa Timur memiliki potensi besar di pasar global, termasuk di komunitas diaspora.

“Produk Jawa Timur bukan barang main-main. Kita ingin membangun confidence pelaku usaha bahwa produk mereka layak dan bisa bersaing,” katanya.

Bank Jatim dan penyelenggara mengumpulkan data peserta sebagai basis untuk tindak lanjut. Hening memastikan kegiatan ini bukan acara sekali jadi.

“Data Bapak dan Ibu akan kami simpan. Ketika ada peluang pameran, kegiatan di dalam negeri atau luar negeri, atau program pendampingan lanjutan, kami akan hubungi kembali,” ujarnya.

Berita Terkait :  PT Petrokimia Gresik Dorong Pemberdayaan UMKM Lokal Lewat Petronite Fest

Ia juga membuka jalur pertemuan langsung antara pelaku UMKM dengan petugas Bank Jatim untuk penanganan permasalahan teknis, termasuk urusan dokumen ekspor.

Dalam sambutannya Hening mengutip visi provinsi yang memandang Jawa Timur sebagai kantong utama UMKM dan bagian penting dari Gerbang Baru Nusantara. Ia menilai dukungan dari Gubernur dan dinas terkait telah meningkat, sehingga program seperti J-Export dapat tumbuh dan berulang secara berkala.

“Kita ingin produktivitas ekspor Jawa Timur meningkat, memberi kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Hening.

Hening menutup sambutannya dengan dorongan motivasional. “Gunakan waktu hari ini sebaik-baiknya, buka jaringan, tanyakan apa kendala anda sekalian, apakah legalitas, kualitas, atau modal. Jangan patah semangat. Mulai hari ini kita berubah, dari pelaku yang sekadar bertahan menjadi pelaku yang siap menaklukkan pasar internasional. Bismillahirrahmanirrahim, semoga sebagian besar peserta dapat melaksanakan ekspor secara mandiri,” katanya

Bootcamp J-Export and Trade Assistance 2026 merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur. Penyelenggara menyatakan acara akan dilanjutkan dalam format lanjutan, termasuk pendampingan intensif dan kesempatan pameran yang menargetkan buyer luar negeri dan diaspora.

Lewat kolaborasi antara pemerintah, akademi pelatihan, dan perbankan, Bootcamp J-Export menawarkan jalan praktis bagi UMKM Jawa Timur untuk naik kelas ke pasar internasional. Dengan dukungan teknis, akses pembiayaan, dan jejaring yang diperkuat, program ini menempatkan produk lokal pada peluang baru yang selama ini sulit dijangkau. [aya.kt]

Berita Terkait :  PT KAI Terapkan Diskon 20 Persen untuk Kelas Eksekutif Program Diskon 12.12

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!