Bojonegoro, Bhirawa – RSUD Padangan Kabupaten Bojonegoro melaksanakan proses reakreditasi sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam menjaga dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memastikan pelayanan rumah sakit berjalan sesuai standar sekaligus memperoleh masukan untuk pengembangan ke depan.
Direktur RSUD Padangan dr. Ratih Wulandari menyampaikan, sebelumnya RSUD Padangan telah melaksanakan akreditasi pada tahun 2022. Secara periodik, reakreditasi dilakukan setiap empat tahun sebagai bentuk penjaminan mutu eksternal yang dilaksanakan oleh lembaga independen penilai akreditasi yang ditugaskan Kementerian Kesehatan.
Lebih lanjut, proses reakreditasi telah diawali secara daring pada Senin (24/8/2026). Selanjutnya, tim surveyor melakukan telusur lapangan untuk melihat secara langsung implementasi pelayanan di RSUD Padangan.
“Penilaian tersebut diharapkan memberikan gambaran objektif sekaligus masukan berharga bagi peningkatan profesionalisme dan kualitas pelayanan rumah sakit,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut pula, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menyampaikan bahwa akreditasi bukan sekadar proses penilaian, tetapi menjadi instrumen penting untuk mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.
Menurutnya, RSUD Padangan harus terus berbenah agar mampu menjadi rumah sakit modern yang berorientasi pada pelayanan terbaik bagi masyarakat.
“Akreditasi itu menjadi alat untuk kami menilai Rumah Sakit Padangan untuk tetap menjadi rumah sakit yang berkualitas. Mimpi kami besar untuk pengembangan pusat Rumah Sakit Padangan,” ujarnya.
Bupati juga menyoroti posisi geografis RSUD Padangan yang strategis karena berada di kawasan perbatasan dan memiliki akses pelayanan yang dapat menjangkau masyarakat dari wilayah sekitar.
Kondisi tersebut dinilai menjadi potensi yang dapat dikembangkan untuk memperkuat peran RSUD Padangan sebagai pusat pelayanan kesehatan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mendorong pengembangan RSUD Padangan menuju rumah sakit modern, dengan orientasi pada peningkatan kualitas pelayanan, penguatan sumber daya manusia, infrastruktur, serta kenyamanan lingkungan rumah sakit. Pengembangan tersebut akan menjadi bagian dari master plan rumah sakit secara bertahap.
Bupati menegaskan bahwa keberhasilan rumah sakit tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan sarana dan prasarana, tetapi juga kualitas dan kesejahteraan para dokter serta seluruh karyawan yang memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Karena itu, lingkungan kerja yang nyaman dan dukungan terhadap sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam pengembangan RSUD Padangan.
“Rumah sakit harus memberikan pelayanan yang terbaik, didukung infrastruktur yang baik, SDM yang baik, serta kenyamanan lingkungan yang baik. Kami ingin rumah sakit tidak hanya memberikan yang terbaik kepada pasien, tetapi juga memberikan lingkungan yang baik bagi karyawan,” ujarnya.
Melalui proses reakreditasi ini, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap RSUD Padangan memperoleh rekomendasi dan masukan yang konstruktif sebagai bahan evaluasi serta perbaikan pelayanan. Dukungan seluruh jajaran rumah sakit dan pemangku kepentingan diharapkan dapat mempercepat terwujudnya visi pengembangan RSUD Padangan menjadi rumah sakit modern yang memberikan pelayanan kesehatan berkualitas bagi masyarakat. [bas.kt]



