Tuban, Bhirawa – Pemkab melalui Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) kembali mempertemukan pencari kerja dengan dunia usaha melalui Job Fair 2026 yang digelar selama dua hari, 19–20 Agustus 2026 di Taman Hutan Kota Abhipraya Tuban, yang diikuti 34 perusahaan dengan total sekitar 5.000 lowongan kerja.
Wakil Bupati Tuban, Drs. Joko Sarwono, membuka secara resmi Job Fair 2026. Pada kesempatan tersebut, Wabup juga menyerahkan penghargaan kepada sejumlah perusahaan dalam berbagai kategori sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dunia usaha dalam mendukung penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Tuban.
Wabup Tuban menyampaikan apresiasi kepada Disnakerin Kabupaten Tuban yang konsisten menyelenggarakan Job Fair sebagai ruang yang mempertemukan perusahaan dan pencari kerja.
Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi kedua belah pihak, karena perusahaan dapat memperoleh tenaga kerja sesuai kebutuhan, sementara masyarakat mendapatkan akses informasi dan peluang kerja secara lebih luas.
“Job Fair ini menjadi forum yang mempertemukan perusahaan dengan para pencari kerja. Tentu ini membawa manfaat bagi perusahaan maupun masyarakat yang sedang mencari pekerjaan,” ungkapnya.
Pemkab Tuban terus mendorong peningkatan penyerapan tenaga kerja dengan melibatkan dunia usaha. Peran perusahaan dinilai sangat penting dalam membuka kesempatan kerja sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan karier.
Karena itu, para pencari kerja diharapkan proaktif mencari informasi mengenai kesempatan kerja, tidak hanya melalui Job Fair, tetapi juga memanfaatkan berbagai platform informasi lowongan pekerjaan yang tersedia.
Selain memperluas akses lapangan pekerjaan, Pemkab Tuban juga memberikan perhatian terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pendampingan dan berbagai program pelatihan terus dilakukan untuk membekali masyarakat dengan kompetensi yang sesuai kebutuhan dunia kerja.
“Setelah mengikuti pelatihan dan dinyatakan lulus, peserta juga diarahkan untuk mengikuti sertifikasi sesuai bidangnya. Harapannya, kompetensi yang dimiliki semakin diakui dan mampu meningkatkan daya saing mereka di dunia kerja,” jelas Wabup.
Wabup Tuban menegaskan Pemkab Tuban terus berupaya menurunkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Tuban. Pada akhir tahun 2025, angka TPT Kabupaten Tuban yaitu 3,44 persen. Angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun 2024 sebesar 4,28 persen.
“Kami berikhtiar agar angka pengangguran dapat terus ditekan sehingga kesejahteraan masyarakat dapat ikut meningkat,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Disnakerin Kabupaten Tuban, Rohman Ubaid, menjelaskan Job Fair 2026 diikuti 34 perusahaan, baik perusahaan lokal maupun nasional. Dari keseluruhan kesempatan kerja yang tersedia, terdapat sekitar 5.000 lowongan dengan beragam bidang dan kebutuhan tenaga kerja.
“Dari 5.000 lowongan kerja yang tersedia, sekitar 50 persen merupakan peluang kerja untuk Pekerja Migran Indonesia (PMI). Ini menjadi salah satu bagian dari program pemerintah dalam memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat,” terang Rohman Ubaid.
Disnakerin Tuban juga melakukan monitoring terhadap pelaksanaan Job Fair 2025. Dari hasil pemantauan, dari 956 lowongan kerja dalam negeri mampu menyerap sekitar 417 pekerja.
“Ini menandakan hampir 50 persen lowongan kerja dalam negeri bisa menyerap tenaga kerja. Jumlah ini akan terus kami ditingkatkan pada Job Fair kali ini,” kata Ubaid.
Mantan Camat Kerek ini menambahkan Job Fair tidak hanya menjadi sarana bagi perusahaan untuk mendapatkan calon tenaga kerja, tetapi juga menjadi momentum bagi pencari kerja untuk mengenali kebutuhan industri dan mempersiapkan kompetensi yang sesuai.
Melalui Job Fair 2026, Pemkab Tuban berharap semakin banyak masyarakat memperoleh akses terhadap pekerjaan yang sesuai dengan kompetensi dan minatnya.
Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pelatihan, dan masyarakat akan terus diperkuat untuk mendukung terciptanya kesempatan kerja sekaligus meningkatkan kualitas tenaga kerja di Kabupaten Tuban. [hud.kt]



