Pemprov Jatim, Bhirawa – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa optimistis pengalaman 76 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Jawa Timur Tahun 2026 dapat menjadi bekal lahirnya calon pemimpin masa depan dari Jawa Timur.
Menurut Khofifah, proses pembinaan dan penugasan sebagai Paskibraka tidak hanya melatih kemampuan teknis dalam menjalankan tugas kenegaraan. Lebih dari itu, pengalaman tersebut menjadi ruang pembentukan karakter, kedisiplinan, integritas, kekompakan, serta semangat pengabdian.
Hal tersebut disampaikan Khofifah saat memimpin Malam Apresiasi dan Pembubaran Desa Bahagia Paskibraka Provinsi Jawa Timur Tahun 2026 di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (17/8) malam.
“Saya percaya, dari 76 anggota Paskibraka Provinsi Jawa Timur Tahun 2026 yang hadir di sini, kelak akan lahir pemimpin masa depan yang memiliki kompetensi, karakter, integritas, serta semangat pengabdian kepada bangsa dan negara,” ujar Khofifah.
Ia meminta para anggota Paskibraka tidak berhenti menjadikan pengalaman mengemban tugas negara sebagai sebuah kebanggaan. Nilai-nilai yang diperoleh selama menjalani pembinaan harus terus dibawa dan diterapkan di lingkungan keluarga, sekolah, perguruan tinggi, tempat kerja, maupun masyarakat. “Rasa cinta tanah air yang kalian tunjukkan ketika mengibarkan Sang Merah Putih, terus hidupkan melalui karya, prestasi, kepedulian dan tindakan nyata,” pesannya.
Khofifah menilai pengalaman menjadi Paskibraka merupakan fondasi penting untuk membentuk generasi muda yang tangguh, berkarakter, berintegritas, dan memiliki semangat pengabdian. Para anggota Paskibraka tersebut juga dinilai memiliki peran strategis sebagai generasi penerus dalam melanjutkan pembangunan, menjaga persatuan, menghadirkan inovasi, serta membawa Jawa Timur dan Indonesia semakin maju.
Karena itu, Khofifah mengingatkan para anggota Paskibraka agar tidak melupakan keluarga, sekolah, daerah, pelatih, pembina, serta seluruh pihak yang telah mendukung perjalanan mereka hingga berhasil menjalankan tugas negara.
“Ketika berhasil, jangan pernah melupakan keluarga, sekolah, daerah, serta orang-orang yang telah mendukung perjalanan kalian. Sebab pemimpin yang hebat bukan hanya mereka yang mampu berdiri paling depan. Pemimpin yang hebat adalah mereka yang mampu memberikan teladan, menjaga integritas, serta membawa manfaat bagi orang lain,” tegasnya.
Khofifah juga meminta para Paskibraka terus menjaga nilai-nilai yang telah diperoleh selama proses pembinaan. Berakhirnya rangkaian penugasan HUT ke-81 Kemerdekaan RI bukan berarti berakhir pula perjalanan mereka sebagai Paskibraka.
“Jadi, hari ini bukan akhir dari perjalanan kalian. Jadikan pengalaman selama menjadi Paskibraka sebagai bagian dari perjalanan panjang untuk terus belajar, berprestasi dan memberikan pengabdian terbaik,” katanya.
Bahkan, para anggota Paskibraka Jatim Tahun 2026 masih memiliki tanggung jawab untuk kembali menjalankan tugas pada Peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2027. Sebelumnya, sebanyak 76 anggota Paskibraka Jatim bersama 4 komandan dan cadangan komandan upacara, 4 komandan pasukan pengawal, serta 8 pasukan pengawal berhasil menunaikan tugas pengibaran dan penurunan Sang Merah Putih pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (17/8).
Khofifah mengapresiasi keberhasilan tersebut. Menurutnya, prosesi pengibaran dan penurunan bendera merupakan bagian penting dari peringatan detik-detik Proklamasi. Kekompakan dan soliditas Paskibraka yang ditunjukkan dalam menjalankan tugas juga menjadi simbol penguatan heroisme dan nasionalisme.
“Ruh dari peringatan detik-detik Proklamasi maupun penurunan bendera salah satunya terlihat dari kekuatan kekompakan dan soliditas tim Paskibraka. Pengibaran Sang Merah Putih memberikan penguatan terhadap napas heroisme dan nasionalisme kita,” tuturnya.
Salah satu anggota Paskibraka asal Bojonegoro, Wiraditya Damar Satria, mengatakan seluruh proses pembinaan dan pelatihan yang dijalani menjadi pengalaman berharga. Menurutnya, proses tersebut memberikan pemahaman mengenai arti persatuan, kesatuan, kedisiplinan, dan kerja sama. “Terima kasih sudah membantu dan membimbing kami. Kami mohon doa semoga paskibra menjadi penerus bangsa yang lebih maju,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga menyampaikan apresiasi kepada para pelatih, mentor, pamong, jajaran Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jawa Timur, Kogartap III/Surabaya, serta seluruh unsur pendukung yang turut menyukseskan rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan upacara merupakan hasil sinergi dan kerja bersama berbagai pihak yang mempersiapkan seluruh tahapan dengan penuh dedikasi. “Sinergi di antara semua menurut saya memberikan hasil yang sangat baik saat memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-81 tanggal 17 Agustus 2026,” pungkasnya.
Pada malam apresiasi tersebut, Khofifah juga menyerahkan piagam penghargaan kepada pengisi acara, anggota Paskibraka, Kaskogartap III/Surabaya selaku Penanggungjawab Pelatih Paskibraka Provinsi Jatim, Kepala Bakesbangpol Provinsi Jatim selaku Pembina Paskibraka Provinsi Jatim, serta para pelatih Pamong Paskibraka Jawa Timur. [ina.wwn]


