Surabaya, Bhirawa – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mengadakan (Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru) PKKMB bertajuk “Gama Force” di Kampus 1 Unesa, Surabaya.
Kegiatan tersebut turut di hadiri oleh Bupati Madiun Hari Wuryanto yang memberikan materi tentang menekankan pentingnya menjaga warisan budaya dan kearifan lokal sebagai benteng utama pembentukan karakter generasi muda, Selasa (18/8).
Bupati Madiun Hari Wuryanto mengatakan budaya merupakan seperangkat nilai luhur warisan para leluhur yang wajib dilestarikan, keberagaman suku, bahasa, dan agama yang dimiliki Indonesia seharusnya tidak menjadi pemicu perpecahan, melainkan perekat kebinekaan.
“Budaya itu bukan agama, tetapi ajaran membentuk karakter anak-anak agar terus dijaga, Jika saling memahami budaya satu sama lain, tidak akan terjadi permusuhan dan semangat Bhinneka Tunggal Ika betul-betul terwujud,” jelasnya.
Lanjut Hari mengukapkan bahwa budaya terkandung nilai-nilai mulia seperti integritas, kesopanan, kesantunan, hingga kedisiplinan, nilai inilah yang mampu membentengi para siswa agar memiliki karakter tangguh dan tidak mudah terpengaruh oleh arus budaya luar maupun paparan informasi di era digital.
Selain itu Bupati Madiun menjelaskan generasi muda supaya bijak dan tidak mentah-mentah memercayai teknologi AI (Artificial Intelligence), karena AI sebuah alat (tools) buatan manusia yang tidak memiliki konsistensi moral maupun komitmen nilai layaknya budaya bangsa.
“AI itu tools atau alat yang dibuat manusia, jangan kita malah lebih percaya alat daripada keyakinan dan budaya kita sendiri, narasi pendapat dari AI yang tidak sesuai dengan nilai kita, ya harus berani kita tolak dan bantah,” pungkasnya.
Hari mengigatkan respons AI berubah-ubah tergantung stimulus ketetapan nilai, karena itu, ketahanan budaya harus dijadikan filter utama dalam menyaring seluruh informasi digital. “Tetap budaya harus dijadikan benteng utama, agar anak-anak kita tidak mudah terpengaruh budaya luar dan tetap berpijak pada identitas bangsanya,” tuturnya.
Sementara itu, BEM FISIP Muhammad Hisyam Asrofi menyampaikan bahwa panitia menghadirkan Bupati Madiun, sebab dinilai sebagai salah satu daerah yang sangat kental dengan akar budayanya, seperti tradisi pencak silat, nilai-nilai keagamaan, hingga kuliner khas.
“Figur kepemimpinan yang berlatar belakang organisasi kebudayaan menjadi poin penting untuk memberikan edukasi serta inspirasi langsung kepada para mahasiswa baru, berharap melalui penguatan materi kebudayaan ini, mahasiswa baru tidak hanya cakap secara akademis dan adaptif terhadap teknologi seperti AI, namun juga menjadikan kebudayaan sebagai tools utama untuk menjaga kearifan lokal,” imbuhnya. [ren.wwn]


