31.8 C
Sidoarjo
Tuesday, August 18, 2026
spot_img

Bentangan Merah Putih 600 Meter di Kaki Gunung Arjuno

“ Wujud Cinta dan Gotong Royong Warga Krajan Tengah “

Surabaya, Bhirawa – Di bawah megahnya lanskap kaki Gunung Arjuno, pemandangan tak biasa menghiasi sepanjang jalan utama Dusun Krajan Tengah, Desa Wonorejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Kain merah dan putih sepanjang 600 meter dengan lebar 3 meter membentang gagah, membelah pemukiman warga dan memancarkan semangat kebangsaan dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Bendera raksasa ini bukan sekadar hiasan seremonial tahunan, melainkan mah karya swadaya yang lahir dari keringat, ketulusan, dan rasa bangga warga setempat terhadap tanah airnya. Senin, (17/8/2026)

Ide besar ini tidak muncul begitu saja secara mendadak, menurut Koordinator Kegiatan 17 Agustus, Rahmad Effendy, gagasan membentangkan bendera terpanjang di kampung mereka sudah tercetus sejak pertengahan tahun lalu, tepatnya seusai perayaan Kemerdekaan RI pada Agustus 2025.

Inisiasi yang digerakkan oleh pengurus kampung bermula dari keinginan sederhana, membuat sebuah acara atau kegiatan positif yang mampu menunjukkan rasa bangga serta cinta warga kepada Indonesia, bagi mereka arti kemerdekaan yang hakiki adalah saat masyarakat merasa aman, nyaman untuk beraktivitas, dan dapat bahu-membahu menggelar kegiatan positif di lingkungan mereka sendiri.

Tiga Bulan Menjahit, Sepekan Gotong Royong

Proses mewujudkan bentangan kain sepanjang 600 meter ini memerlukan perjuangan dan waktu yang tidak singkat, seluruh dana disiapkan secara swadaya oleh masyarakat secara sukarela, tanpa bantuan kontraktor atau pihak luar, warga berbagi peran.

Berita Terkait :  Jadikan 24 KMP Kota Batu Sarana Bangun Kemandirian Ekonomi Warga Pedesaan

Hampir selama tiga bulan, para warga termasuk para seperti Sutarni saling membantu seperti menjahit potongan demi potongan kain hingga menjadi satu kesatuan Merah Putih yang megah.

“Pertengahan Juli semua warga mulai bahu-membahu menyiapkan dan mendirikan tiang-tiang bambu di sepanjang jalan dusun, proses Pemasangan memakan waktu sekitar satu pekan penuh, mulai dari merakit rangka, mengangkut material, hingga membentangkan kain secara perlahan,” ungkapnya.

Lanjut Sutarni menceritakan tepat 1 Agustus Merah Putih sepanjang 600 meter resmi membentang sempurna mengawali bulan kemerdekaan.

“Bagi kami, bendera ini bukan sekadar kain yang dibentangkan. Ini adalah wujud persatuan. Mulai dari anak muda hingga orang tua, semuanya ikut terlibat membawa material dan menaikkan bendera,” ungkapnya.

Sutarni berharap aksi gotong royong warga Dusun Krajan Tengah menjadi bukti nyata semangat kebangsaan masih berdenyut kencang di tingkat tapak, membentang indah di bawah langit cerah Gunung Arjuno, karya ini merupakan tahun pertama persembahan besar warga secara murni sukarela.

“Berharap karya swadaya mereka tidak hanya mempererat tali silaturahmi antarwarga, tetapi juga mendapatkan perhatian serta apresiasi dari pemerintah daerah setempat sebagai wujud inspirasi kemandirian dan rasa cinta tanah air dari desa,” pungkasnnya.  [ren.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!