Kediri, Bhirawa – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengukuhkan 75 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Kediri di Pendopo Panjalu Jayati, Kamis (13/8). Para anggota Paskibraka tersebut akan bertugas dalam Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lapangan Canda Bhirawa, Pare, 17 Agustus mendatang.
Dalam pengukuhan tersebut, Bupati Hanindhito meminta anggota Paskibraka tidak sekadar menjalankan tugas dalam upacara, tetapi juga mampu menjadi teladan bagi lingkungan sekitarnya. Mereka juga diminta menjaga dan meneruskan nilai-nilai Pancasila kepada generasi berikutnya.
“Harus terus mewarisi ideologi Pancasila, dan mewariskan ke adik-adiknya,” ujarnya usai pengukuhan.
Menurut dia, anggota Paskibraka merupakan putra-putri terpilih dari berbagai sekolah di Kabupaten Kediri. Karena itu, status tersebut diharapkan menjadi dorongan bagi mereka untuk memberikan contoh dalam berbagai kegiatan yang positif dan produktif.
Bupati Hanindhito juga kembali mengingatkan persoalan bullying dan dispensasi pernikahan dini yang masih menjadi perhatian. Menurutnya, pencegahan persoalan tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, tidak cukup hanya mengandalkan intervensi pemerintah daerah.
“Tidak bisa hanya pemerintah Kabupaten, tapi juga peran serta orang tua,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Kediri Yuli Marwantoko menjelaskan, para anggota Paskibraka telah melalui serangkaian seleksi, mulai administrasi hingga penentuan akhir (Pantukir).
Dari sekitar 900 calon Paskibraka yang mengikuti tahapan seleksi, terpilih 77 anggota. Sebanyak 75 orang akan bertugas pada upacara tingkat Kabupaten Kediri di Lapangan Canda Bhirawa, Pare. Sedangkan dua anggota lainnya akan mengikuti pemusatan latihan Paskibraka tingkat Provinsi Jawa Timur.
“Yang dua harus berangkat ke provinsi untuk mengikuti pemusatan tingkat provinsi,” terang Yuli.
Setelah pengukuhan, para anggota Paskibraka masih menjalani latihan dan geladi hingga menjelang pelaksanaan upacara. Latihan tersebut diintensifkan untuk memantapkan formasi dan kesiapan pelaksanaan tugas pada 17 Agustus.
Yuli menyebut terdapat perubahan formasi upacara tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya. Perubahan tersebut dilakukan dengan menyesuaikan standar pelaksanaan upacara di Istana Negara.
Salah satunya posisi tiang bendera yang sebelumnya berada sedikit di sisi lapangan. Tahun ini, tiang bendera akan ditempatkan di tengah lapangan upacara.
“Akan kita lanjutkan sampai hari Minggu untuk geladi kotor dan bersih,” pungkasnya. [van/nov.wwn]


