27.4 C
Sidoarjo
Thursday, August 13, 2026
spot_img

Bupati Kediri Gandeng UGM Tingkatkan Nilai Tambah Pertanian


Kediri, Bhirawa – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri menjajaki kerja sama dengan Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM), untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian daerah.

Penjajakan kerja sama itu dibahas dalam pertemuan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana dengan delegasi Departemen Teknologi Industri Pertanian UGM di Pemkab Kediri.

Sejumlah potensi kerja sama dibahas dalam pertemuan tersebut. Di antaranya penerapan teknologi pascapanen untuk menjaga kualitas komoditas serta pengembangan produk olahan berbahan hasil pertanian.

Bupati Hanindhito mengatakan, penguatan sektor pertanian menjadi perhatian Pemkab Kediri karena sebagian besar masyarakat memiliki latar belakang pekerjaan sebagai petani. Namun, pengelolaan hasil pertanian setelah panen hingga menjadi produk bernilai tambah masih menjadi tantangan.

Meski kontribusi industri pengolahan hasil pertanian terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mengalami peningkatan, sebagian petani masih memilih menjual komoditas secara langsung ketika musim panen. “Untuk menaikkan nilai tambah itu masih perlu kerja keras,” katanya.

Sejumlah komoditas unggulan Kabupaten Kediri, seperti padi, jagung, nanas, cabai dan mangga podang, dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan lebih lanjut. Pengembangan tersebut diperlukan untuk mengantisipasi persoalan seperti anjloknya harga cabai saat produksi melimpah serta sifat musiman mangga podang.

Pemkab Kediri juga tengah memetakan potensi unggulan daerah seiring rencana Bandara Dhoho Kediri melayani embarkasi haji pada 2027. Potensi produk pertanian dan olahannya diharapkan dapat semakin berkembang dan memiliki daya saing. “Pada prinsipnya kami siap menjalin kerja sama dengan Departemen Teknologi Industri Pertanian,” ujar Bupati Hanindhito.

Berita Terkait :  Kerusakan Cukup Parah, Kadindik Minta Kepala SMKN 2 Ponorogo Inventaris Fasilitas yang Rusak

Sementara itu, perwakilan Departemen Teknologi Industri Pertanian UGM, Prof. Adi Djoko Guritno, menyebut kerja sama dapat dilakukan melalui sejumlah skema, mulai dari pendampingan hingga kegiatan pengabdian masyarakat yang melibatkan mahasiswa dan dosen.

Keterlibatan perguruan tinggi tersebut dapat diarahkan pada transfer teknologi kepada pelaku pertanian dan pengolahan hasil pertanian di daerah. Prof. Adi juga menyampaikan adanya teknologi yang dapat diterapkan untuk memperpanjang masa simpan bahan baku. Selain itu, teknologi dapat dikembangkan untuk membantu rekayasa produksi komoditas agar dapat dipanen di luar musim.

“Ini menarik, kami berharap nanti kita bisa saling memahami dan mulai mengkristal di mana titik-titik kita bisa kerja sama,” ungkapnya.

Hasil pertemuan penjajakan tersebut selanjutnya diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui penyusunan perjanjian kerja sama antara Pemkab Kediri dan Departemen Teknologi Industri Pertanian UGM. [van.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!