31.6 C
Sidoarjo
Tuesday, August 11, 2026
spot_img

Pelatihan PKK Jatim Dorong Keterampilan Perempuan lewat Peluang Usaha Hantaran

Pemprov Jatim, Bhirawa – Puluhan kader PKK dan anggota kelompok usaha keluarga (POKJA 2) mengikuti pelatihan membuat hantaran seserahan yang digelar di Ruang Aria Wiriaatmadja, Gedung Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Timur, Selasa (11/8/2026).

Kegiatan ini dimotori oleh Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan Dinas Koperasi dan UKM, sebagai bagian dari rangkaian pelatihan keterampilan yang diperuntukkan bagi perempuan di wilayah provinsi.

Arumi Bachsin, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Timur, menegaskan pelatihan seperti ini menempatkan keterampilan sebagai modal utama perempuan untuk meningkatkan pendapatan keluarga.

“Perempuan itu yang paling utama sekarang itu adalah skill-nya. Karena banyak perempuan-perempuan yang sebetulnya mau meningkatkan ekonomi keluarga atau mempunyai pendapatan lebih, tetapi kadang tidak semua memilih jalur kantoran,” kata Arumi usai melakukan sambutan.

Menurut Arumi, wirausaha menjadi salah satu jalur alternatif yang cocok bagi perempuan. Keberhasilan wirausaha, kata dia, bergantung pada penguasaan sejumlah keterampilan.

“Nah, kita pilih hari ini adalah skill bikin hantaran. Bikin hantaran. Karena kita melihat bahwa kayaknya ini salah satu bidang usaha atau peluang yang kesannya sederhana, tapi insya Allah long lasting. Karena setiap pernikahan ada,” ujarnya.

Arumi menambahkan bahwa tren dan preferensi generasi muda juga membuka peluang bisnis hantaran di luar konteks pernikahan formal. Meski gaya hidup generasi Z cenderung lebih sederhana, aspek estetika tetap penting dan menciptakan permintaan untuk produk-produk kreatif. “Jadi di situ juga ada peluang-peluangnya untuk acara-acara selain hantaran atau lamaran atau pernikahan,” kata Arumi.

Berita Terkait :  Jadi Pilot Projek Pelaksanaan SFC, Kadindik Puji Kolaborasi Murid dan Guru SMAN 1 Tanggul Jember

Tidak hanya untuk meningkatkan kemampuan individu, Arumi berharap ilmu yang diperoleh peserta bisa ditularkan kepada masyarakat di lingkungan masing-masing. Peserta pelatihan berasal dari anggota POKJA 2 dan kader-kader PKK yang hadir di acara tersebut.

“Pesannya memang selain skill-nya untuk pribadi, tetapi juga disosialisasikan kepada masyarakat luas di lingkungan masing-masing. Baik itu ketika acara posyandu, ataupun ke anak-anak remaja untuk tambahan skill-set atau soft skill untuk mereka,” ujar Arumi.

Sementara itu, Arina Nur Fauziyah, M.S.E., Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, menjelaskan pelatihan kali ini melibatkan peserta dari tiga kecamatan di Sidoarjo dengan total 60 orang.

“Tadi kalau gak salah ada tiga kecamatan, total pesertanya 60. Jadi nanti 30 orang ngikutin untuk pelatihan bikin hantaran yang kena, 30 orang bikin hantaran yang batik,” kata Arina.

Arina mengatakan pilihan fokus pada hantaran dipilih karena identik dengan unsur keindahan yang kerap menarik minat perempuan dan bersifat mudah ditularkan di komunitas.

“Hantaran itu identik dengan keindahan. Ibu-ibu itu kalau ngeliat yang indah-indah itu cocok. Dan ini sifatnya long lasting dan bisa sangat mudah untuk ditularkan ke komunitasnya, ke lingkungannya,” ujarnya.

Dia menambahkan bahwa pelatihan membuat hantaran adalah salah satu dari banyak seri pelatihan yang diselenggarakan Dinas Koperasi dan UKM. Tahun-tahun sebelumnya, kementerian daerah juga memfasilitasi pelatihan seperti patchwork, pembuatan makanan olahan seperti nugget, hingga pembuatan kue kering.

Berita Terkait :  812 Peserta Ramaikan Festival Olahraga Tradisional di GOR Lembu Peteng Tulungagung

“Jadi sebetulnya hampir semua skillset itu kita coba fasilitasi yang kira-kira kita bisa. Atau kadang-kadang di baking, di bikin nugget. Bikin kue kering gitu juga bisa. Jadi punya banyak series dan tujuannya banyak skillset-skillset yang bisa dikuasai,” jelas Arina.

Pelatihan keterampilan seperti ini diharapkan dapat membuka akses bagi perempuan untuk menciptakan usaha mikro yang tahan lama dan memberi kontribusi pada ekonomi keluarga.

Hasil karya skill dari kader PKK Provinsi Jatim.

Selain transfer keterampilan teknis, kegiatan juga menekankan soft skill yang kian diperlukan di pasar kerja yang semakin niche, menurut Arumi. “Orang juga dituntut banyak skill-skill-nya. Nah, kerja sama-sama,” tambahnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah provinsi dan organisasi masyarakat untuk memberdayakan perempuan melalui keterampilan praktis yang dapat langsung diaplikasikan dan dipasarkan di tingkat lokal.

Dengan penguatan kapasitas dan jaringan komunitas, penyelenggara berharap munculnya lebih banyak usaha rumahan yang produktif dan berkelanjutan. [aya.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!