27.2 C
Sidoarjo
Wednesday, August 5, 2026
spot_img

Kota Lubuk Linggau Belajar Optimalisasi PAD Rumija ke Kota Mojokerto

Kota Mojokerto, Bhirawa. – Keberhasilan Pemerintah Kota Mojokerto mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pemanfaatan Ruang Milik Jalan (Rumija) sebagai lokasi penyelenggaraan infrastruktur telekomunikasi menarik perhatian pemerintah daerah lain. Salah satunya Pemerintah Kota Lubuk Linggau yang melakukan studi benchmarking ke Kota Mojokerto, Rabu (5/8).

Rombongan Pemerintah Kota Lubuk Linggau yang dipimpin Wali Kota Rachmat Hidayat diterima langsung Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari di Ruang Sabha Mandala Madya, Balai Kota Mojokerto.

Wali Kota Mojokerto yang akrab disapa Ning Ita menjelaskan, optimalisasi PAD dari pemanfaatan Rumija mulai menjadi fokus pada periode kepemimpinannya yang kedua. Langkah tersebut sejalan dengan arahan pemerintah pusat agar daerah mampu menghadirkan skema creative financing dan innovative financing guna memperkuat kemandirian fiskal di tengah berkurangnya Transfer ke Daerah (TKD).

”Potensi ini sebenarnya sudah ada sejak periode pertama, tetapi belum kami optimalkan. Memasuki tahun 2025, ketika ada arahan mengenai creative financing, innovative financing, peningkatan PAD, dan adanya pengurangan TKD, kami sepakat bergerak cepat mengoptimalkan potensi itu,” ujar Ning Ita.

Menurut Ning Ita, proses penataan pemanfaatan Rumija tidak berjalan mudah. Pemerintah Kota Mojokerto harus membangun komitmen bersama dan memperkuat sinergi lintas sektor, termasuk dengan aparat penegak hukum.

”Dalam prosesnya kami melakukan penyegelan terhadap provider dan meminta dukungan dari aparat. Alhamdulillah, dari potensi pendapatan sebesar Rp27,2 miliar, saat ini sekitar Rp17 miliar telah berhasil masuk ke kas daerah,” jelasnya.

Berita Terkait :  Kementerian PU Pastikan Kesiapan Infrastruktur Hadapi Arus Natal 2025 dan Tahun Baru 2026

Ning Ita berharap, kunjungan ini menjadi ajang berbagi pengalaman mengenai regulasi, strategi, hingga implementasi pemanfaatan Rumija sebagai salah satu sumber pembiayaan daerah. Ia juga berharap sinergi antardaerah terus terjalin sehingga setiap daerah dapat saling belajar dalam mengoptimalkan potensi yang dimiliki demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Wali Kota Lubuk Linggau, Rachmat Hidayat mengungkapkan, Kota Mojokerto dipilih sebagai lokasi benchmarking karena dinilai berhasil mengoptimalkan pendapatan daerah melalui pemanfaatan Rumija. Menurutnya, keberhasilan tersebut layak dijadikan contoh bagi daerah lain.

Rachmat menambahkan, kunjungan itu juga bertujuan mempelajari regulasi yang diterapkan Pemerintah Kota Mojokerto. Ia menilai skema sewa yang digunakan lebih efektif dibandingkan mekanisme retribusi untuk memaksimalkan pendapatan daerah.

”Kami sudah menyusun Peraturan Wali Kota dan ke depan akan kami tingkatkan menjadi Peraturan Daerah agar memiliki landasan hukum yang lebih kuat,” tandasnya. [oky.fen]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!