Kota Malang, Bhirawa – Universitas Ma Chung menggandeng Universitas Negeri Malang (UM) untuk memperkuat kolaborasi di bidang riset dan inovasi melalui pemanfaatan laboratorium bersama. Kerja sama ini juga mencakup penguatan pengabdian kepada masyarakat serta pengembangan program akademik dalam mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Penguatan kerja sama tersebut ditandai dengan inisiasi Memorandum of Understanding (MoU) dan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) yang berlangsung di Graha Rektorat UM, akhir pekan kemarin. Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah awal membangun ekosistem penelitian yang lebih terbuka dan kolaboratif di Malang Raya.
Delegasi Universitas Ma Chung dipimpin Wakil Rektor I Bidang Akademik Dr Kestrilia Rega Prillianti SSi MSi. Sedangkan dari UM hadir jajaran pimpinan, termasuk Kepala UPT Laboratorium Terpadu UM Prof Dr Hadi Nur.
Dr Kestrilia mengatakan, kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman yang telah dibangun sebelumnya. Setelah adanya kesepahaman tersebut, kedua perguruan tinggi mulai menyusun berbagai program konkret yang dapat segera diimplementasikan.
“Harapannya, peluang yang dimiliki baik oleh UM maupun Universitas Ma Chung dapat diakses oleh sivitas akademika kedua universitas. Dengan demikian, kolaborasi ini dapat menghasilkan riset dan pengabdian kepada masyarakat yang lebih berdampak serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, sinergi antarkedua perguruan tinggi tidak hanya membuka peluang bagi dosen dan peneliti, tetapi juga memberikan ruang lebih luas bagi mahasiswa untuk terlibat dalam kegiatan akademik dan penelitian secara kolaboratif.
Sementara itu, Prof Dr Hadi Nur menegaskan, keberadaan laboratorium menjadi salah satu fondasi penting dalam pengembangan riset. Karena itu, pemanfaatan fasilitas laboratorium secara bersama dapat memperluas peluang kolaborasi penelitian antarkampus. “Riset selalu berawal dari laboratorium. Dari sana lahir berbagai topik penelitian yang kemudian berkembang menjadi kolaborasi yang lebih luas,” katanya.
Hadi menjelaskan, setiap perguruan tinggi memiliki keunggulan sekaligus keterbatasan masing-masing. Melalui kolaborasi, keunggulan tersebut dapat dipadukan sehingga saling melengkapi, baik dari sisi fasilitas penelitian maupun kepakaran dosen dan peneliti.
Pemanfaatan laboratorium bersama nantinya dapat mendukung pengembangan berbagai penelitian multidisiplin. Dosen dan peneliti dari UM maupun Universitas Ma Chung memiliki peluang untuk mengoptimalkan fasilitas penelitian yang tersedia di masing-masing perguruan tinggi.
Kerja sama tersebut juga diharapkan memberikan manfaat langsung bagi mahasiswa. Selain mendapatkan akses terhadap fasilitas penelitian yang lebih lengkap, mahasiswa berkesempatan memperoleh pengalaman melakukan riset bersama sivitas akademika dari perguruan tinggi lain.
Kolaborasi ini sekaligus dapat mendorong pembelajaran berbasis riset sehingga mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan secara teoritis, tetapi juga memiliki pengalaman dalam proses penelitian dan pengembangan inovasi.
Ke depan, UM dan Universitas Ma Chung berharap kerja sama tersebut berkembang menjadi jejaring riset yang lebih luas di Malang Raya. Sinergi antarkampus dinilai penting untuk meningkatkan daya saing perguruan tinggi sekaligus mempercepat lahirnya inovasi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kolaborasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui riset, pembelajaran, dan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan secara lebih terintegrasi dan berkelanjutan. [mut.wwn]


