Surabaya, Bhirawa. – Kepemimpinan Kepala Biro Administrasi Pimpinan Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, Pulung Chausar, kembali mendapat pengakuan atas upayanya membangun komunikasi publik yang inklusif, kolaboratif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Pulung dianugerahi The Inclusive Public Communication Leadership Award 2026 pada Jawa Pos Radar Surabaya Awards 2026 yang digelar di Ballroom Hotel Vasa Surabaya, Kamis (30/7/2026) malam.
Penghargaan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen Pulung dalam menerapkan nilai keberagaman, kesetaraan, dan inklusi (Diversity, Equity, and Inclusion/DEI) serta memfasilitasi kolaborasi antara pemerintah, media, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat.
Di bawah kepemimpinannya, Biro Administrasi Pimpinan Setda Jawa Timur dinilai berhasil menghadirkan inovasi komunikasi publik yang membuat informasi pembangunan lebih terbuka, partisipatif, mudah dipahami, dan menjangkau beragam lapisan masyarakat.
Dewan juri menitikberatkan penilaian pada kepemimpinan, inovasi, dan dedikasi dalam mengimplementasikan prinsip-prinsip DEI ke praktik komunikasi publik. Salah satu inovasi yang mendapat perhatian adalah rubrik Women Life pada Majalah Prasetya, yang memberikan ruang khusus untuk menonjolkan kiprah, perspektif, dan kontribusi perempuan dalam pembangunan, sebuah langkah yang dianggap memperluas representasi perempuan dalam media pemerintah.
Selain inovasi konten, Biro Adpim juga dinilai berhasil membangun hubungan profesional dan produktif dengan media massa. Pendekatan komunikasi yang dikembangkan tidak hanya memperkuat kemitraan dengan media arus utama, tetapi juga membuka ruang kolaborasi yang setara bagi berbagai platform, sambil tetap menjunjung independensi pers dan profesionalisme. Model komunikasi ini turut memperkuat ekosistem informasi yang sehat, meningkatkan partisipasi publik, dan menghasilkan narasi pembangunan yang lebih inklusif dan adaptif.
Pulung Chausar menilai penghargaan tersebut sebagai pengakuan atas kerja kolektif seluruh insan komunikasi publik di lingkungan Biro Adpim dan Pemprov Jawa Timur.
“Penghargaan ini kami persembahkan bukan hanya untuk Biro Administrasi Pimpinan, tetapi untuk seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang setiap hari bekerja membangun komunikasi publik yang terbuka, kolaboratif, dan berpihak kepada masyarakat. Komunikasi bukan sekadar menyampaikan informasi, tetapi membangun kepercayaan dan menghadirkan ruang partisipasi,” ujarnya.
Menurut Pulung, tantangan komunikasi pemerintah kini jauh lebih kompleks akibat perubahan perilaku masyarakat, derasnya arus informasi digital, dan fragmentasi media. Kondisi ini menuntut strategi komunikasi yang adaptif dan humanis. “Kami percaya keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh kualitas kebijakannya, tetapi juga bagaimana kebijakan itu dipahami, diterima, dan didukung masyarakat. Karena itu komunikasi publik harus dibangun secara kolaboratif dengan melibatkan seluruh elemen, mulai pemerintah, media, akademisi, dunia usaha, hingga komunitas,” tegasnya.
Pendekatan Biro Adpim mengedepankan prinsip pentahelix, mempertemukan berbagai aktor pembangunan dalam satu ekosistem komunikasi yang saling menguatkan. “Kolaborasi adalah kata kuncinya. Pemerintah tidak boleh berjalan sendiri. Semakin banyak pihak yang terlibat dalam menyampaikan narasi pembangunan, semakin besar pula peluang masyarakat memahami dan ikut berpartisipasi dalam pembangunan tersebut,” tambah Pulung.
Ia juga menegaskan peran komunikasi publik sebagai perekat sosial yang mampu menghadirkan optimisme. “Kami ingin setiap informasi pemerintah tidak berhenti menjadi berita, tetapi mampu menjadi inspirasi, membangun optimisme, dan menggerakkan masyarakat untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan Jawa Timur,” katanya.
Di bawah arahannya, Biro Administrasi Pimpinan terus memperkuat fungsi strategis seperti penyusunan materi pimpinan, pengembangan narasi pembangunan, pengelolaan hubungan media, komunikasi digital, manajemen isu strategis, dan koordinasi komunikasi lintas perangkat daerah. Pendekatan yang humanis, melalui narasi yang membumi, penguatan komunikasi pimpinan, dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, dinilai berhasil meningkatkan kepercayaan publik terhadap program pemerintah sekaligus memperluas partisipasi masyarakat.
Pulung menegaskan penghargaan ini bukan titik akhir, melainkan dorongan untuk terus bertransformasi.
“Penghargaan ini menjadi amanah sekaligus pengingat bahwa komunikasi publik harus terus bertransformasi mengikuti perkembangan zaman. Yang terpenting bukan seberapa banyak informasi yang disampaikan pemerintah, tetapi seberapa besar manfaatnya dirasakan masyarakat,” jelasnya.
“Kami akan terus memperkuat komunikasi publik yang kolaboratif, inklusif, humanis, dan berkelanjutan demi mengawal Jawa Timur Gerbang Baru Nusantara,” ujar dia menambahkan.
Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika Bidang Digitalisasi (Komdigi) RI, Nezar Patria, turut memberi apresiasi kepada seluruh penerima penghargaan Radar Surabaya Awards 2026. Menurutnya, penghargaan tersebut mencerminkan komitmen Radar Surabaya dalam mengakui pihak-pihak yang menunjukkan kinerja, dedikasi, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Saya mengucapkan selamat kepada seluruh penerima Radar Surabaya Awards 2026. Pilihan-pilihan yang dibuat Radar Surabaya menunjukkan proses seleksi atas kinerja dan kontribusi yang telah diberikan. Semoga penghargaan ini menjadi penyemangat untuk terus berkarya, berinovasi, dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” pungkasnya. [aya.hel].


