27.8 C
Sidoarjo
Wednesday, July 29, 2026
spot_img

Harga Ayam dan Telur di Pasar Pahing Kota Kediri Naik, Daging Tembus Rp34 Ribu

Kota Kediri, Bhirawa. – Harga daging ayam dan telur ayam ras di Pasar Pahing, Kota Kediri, mengalami kenaikan dalam dua pekan terakhir. Lonjakan harga tersebut dikeluhkan pedagang maupun masyarakat karena menambah beban belanja kebutuhan sehari-hari.

Pantauan di Pasar Pahing, Rabu (29/7), menunjukkan harga daging ayam kini dijual antara Rp33.000 hingga Rp34.000 per kilogram. Angka tersebut meningkat cukup tajam dibandingkan beberapa pekan sebelumnya yang masih berkisar Rp25.000 hingga Rp26.000 per kilogram. Sementara itu, harga telur ayam ras juga naik dari sekitar Rp22.000 menjadi Rp24.000 per kilogram.

Pedagang daging ayam, Nur Rokhim, mengungkapkan kenaikan harga mulai dirasakan sekitar dua pekan terakhir. Menurutnya, kondisi tersebut bertepatan dengan kembali normalnya aktivitas sekolah yang diikuti meningkatnya kebutuhan masyarakat.

“Kalau anak-anak sudah masuk sekolah, biasanya harga mulai naik. Sekarang sudah Rp34.000 per kilogram, padahal sebelumnya masih sekitar Rp25.000 sampai Rp26.000 per kilogram,” ujarnya.

Ia mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab berkurangnya pasokan ayam di tingkat distributor. Meski demikian, Nur Rokhim menduga kembali berjalannya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ikut mendorong meningkatnya permintaan daging ayam di pasaran. “MBG kembali beroperasi, harga ayam jadi naik seiring permintaan pasokan barang meningkat,” katanya.

Kenaikan harga tidak hanya dirasakan pedagang, tetapi juga membebani konsumen. Badriah, warga Kelurahan Jamsaren, Kota Kediri, berharap harga kebutuhan pokok segera kembali stabil agar pengeluaran rumah tangga tidak semakin besar.

Berita Terkait :  Cawabup Bojonegoro Nurul Azizah Janji Tingkatkan Daya Saing Pasar Tradisional

“Sangat berat bila harga ayam sudah di angka Rp34.000. Apalagi sekarang memang tengah di fase sulit ekonomi. Kami berharap pemerintah bisa turun tangan untuk menstabilkan harga,” tuturnya.

Menurut Badriah, harga pangan yang terjangkau akan memberikan dampak positif bagi semua pihak. Masyarakat bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga dengan lebih leluasa, sementara pedagang berpeluang meningkatkan penjualan karena daya beli ikut membaik. “Kalau harga murah pedagang senang, pembeli juga senang, karena daya beli masyarakat naik, omzet pedagang juga ikut naik,” pungkasnya.

Pedagang dan masyarakat berharap pemerintah dapat menjaga ketersediaan pasokan serta melakukan langkah-langkah untuk menstabilkan harga bahan pangan agar lonjakan harga tidak terus berlanjut.[van.nov.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!