Pemprov Jatim, Bhirawa. – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan data statistik yang akurat, mutakhir, dan kredibel merupakan fondasi utama dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran. Karena itu, Badan Pusat Statistik (BPS) memiliki peran strategis sebagai penyedia data yang menjadi rujukan hampir seluruh sektor pembangunan nasional. Hal tersebut disampaikan Khofifah saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Evaluasi dan Monitoring Pelaksanaan Lapangan Sensus Ekonomi 2026 di Hotel JW Marriott Surabaya, Selasa (28/7) malam.
Di hadapan Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti beserta jajaran Kepala BPS provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia, Khofifah menegaskan hampir seluruh kebijakan strategis pemerintah bertumpu pada data yang dihasilkan BPS. “Kepada seluruh insan BPS, hari ini tidak ada rapat strategis tanpa pimpinan BPS. BPS ini institusi mainstream, rapat pertanian itu BPS, pembangunan, perumahan, infrastruktur, energi hingga kemiskinan butuh BPS. Luar biasa,” ujarnya, Rabu (29/7)
Menurut Khofifah, kualitas data yang dihasilkan BPS menjadi penentu ketepatan arah pembangunan, baik di tingkat pusat maupun daerah. Oleh sebab itu, seluruh insan BPS harus terus menjaga akurasi dan kredibilitas data statistik yang dihasilkan. “Positioning ini harus menguatkan semangat panjenengan semua insan BPS. Hari ini negeri ini untuk merancang bangun berbagai program membutuhkan BPS. Panjenengan semua saat ini very very important person,” katanya.
Khofifah mengungkapkan dirinya telah menjadi pengguna data BPS sejak awal menjabat sebagai anggota DPR RI pada 1992. Bahkan sebelum era digital, ia rutin memanfaatkan berbagai publikasi BPS sebagai referensi utama dalam menjalankan tugas legislasi. “Saya punya hutang budi sangat banyak pada BPS. Sejak tahun 1992 saya menjadi klien BPS. Saat itu belum ada laptop dan internet, saya minta izin memfotokopi data-data dari buku-buku BPS yang tebal-tebal,” kenangnya.
Ia menambahkan, pembangunan yang berkualitas hanya dapat diwujudkan apabila didukung data yang valid, mutakhir, dan mampu menggambarkan kondisi riil di lapangan. Karena itu, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 memiliki peran penting dalam menyediakan peta ekonomi Indonesia yang akurat. “Maka betapa pentingnya perencanaan pembangunan dengan akses data yang update. Kompasnya adalah data-data update dari BPS. Oleh karena itu saya sampaikan terima kasih kepada seluruh insan BPS,” tuturnya.
Khofifah juga mengapresiasi Kepala BPS Provinsi Jawa Timur Herum Fajarwati beserta seluruh jajaran yang terus menghadirkan data berkualitas di tengah kompleksitas wilayah Jawa Timur yang memiliki 38 kabupaten/kota, terbanyak di Indonesia. Menurutnya, tantangan pendataan di Jawa Timur tidak sederhana karena aktivitas ekonomi tersebar di berbagai daerah dan banyak perusahaan besar memiliki kantor pusat di luar wilayah tempat kegiatan produksinya berlangsung.
Sementara itu, Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan BPS menjadi faktor penting dalam menghasilkan data statistik yang berkualitas sebagai dasar pembangunan nasional.
“Kehadiran Ibu merupakan kehormatan dan penyemangat bagi kami untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam menyukseskan Sensus Ekonomi 2026. Jawa Timur merupakan penyumbang ekonomi terbesar setelah Jakarta, sehingga hasil sensus ini diharapkan memberikan manfaat besar bagi pembangunan Jawa Timur,” ujarnya.
Amalia menambahkan, hingga saat ini Indeks Kualitas Sensus (IKS) Jawa Timur telah mencapai 55,81 persen atau menempati peringkat kesembilan secara nasional. Menurutnya, hasil Sensus Ekonomi 2026 tidak hanya memberikan gambaran struktur perekonomian Indonesia, tetapi juga menjadi peta ekonomi yang akan menjadi panduan dalam penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi di tingkat nasional maupun daerah.
Pada kesempatan tersebut, Khofifah bersama Kepala BPS RI juga menyerahkan penghargaan kepada para pemenang Indonesian Census Film Festival 2026 sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas masyarakat dalam mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.[ina.ca]


