Kadindik Jatim Aries Agung Paewai meninjau kesiapan lomba LKS Dikmen Nasional tahun 2026 bidang lomba Farmasi yang akan digelar secara daring di SMKN 1 Buduran Sidoarjo. Dalam kesempatan ini ia juga memastikan seluruh perlengkapan lomba.
Turunkan 45 Siswa di 38 Bidang Kompetensi, Buduran Jadi Pusat Lomba Daring
Dindik Jatim, Bhirawa. – Kepala Dinas Pendidikan Jatim optimis kontingen LKS Dikmen Nasional 2026 tampil maksimal. Optimisme itu didukung dengan fokus pada persiapan matang para peserta.
Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jawa Timur terus mematangkan persiapan menjelang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Pendidikan Menengah Tingkat Nasional 2026 yang akan berlangsung pada 29 Juli hingga 1 Agustus mendatang. Sebanyak 45 siswa dari 29 SMK negeri dan swasta disiapkan untuk berlaga pada 38 bidang kompetensi yang digelar secara hybrid, yakni daring dan luring.
Kepala Dindik Jatim Aries Agung Paewai mengatakan, dari total 38 bidang yang dipertandingkan, 19 bidang akan dilaksanakan secara daring dan 19 bidang lainnya secara luring, terdiri atas 18 bidang lomba serta satu bidang eksibisi Artificial Intelligence.
“Kemarin saya sudah meninjau seluruh persiapan LKS Dikmen, khususnya pelaksanaan daring di SMKN 1 Buduran. Sekaligus melihat simulasi yang dilakukan peserta. Secara umum semuanya sudah siap,” ujar Aries, Rabu (22/7).
Untuk pelaksanaan daring, Dindik Jatim memusatkan kegiatan di SMKN 1 Buduran, SMKN 2 Buduran, dan SMKN 3 Buduran, Kabupaten Sidoarjo. Sementara lomba luring berlangsung di sejumlah lokasi di Jakarta, Depok, dan Banten, antara lain PPSDM Kemendikdasmen Depok, BPMP DKI Jakarta, BGTK Banten, United Tractors, serta SMKN 4, SMKN 26, dan SMKN 57 Jakarta.
Disebutkan Aries, dari 45 siswa yang akan berlaga di LKS Dikmen Nasional, sebanyak 21 peserta mengikuti lomba daring dan 24 peserta mengikuti lomba luring serta eksibisi AI.
Adapun kompetensi yang diikuti meliputi teknologi digital, teknik dan rekayasa, konstruksi, otomotif, ketenagalistrikan, desain, kesehatan, pariwisata, kecantikan, kemaritiman, pertanian hingga berbagai kompetensi unggulan SMK lainnya.
Khusus bidang eksibisi Artificial Intelligence, Jawa Timur diwakili tiga siswa SMK Telkom Sidoarjo yang dijadwalkan tampil pada 29 Juli 2026 di SMKN 4 Jakarta Utara.
Aries menjelaskan, tahapan persiapan telah berjalan sesuai jadwal. Simulasi pelaksanaan LKS daring digelar pada 20-21 Juli sebagai uji kesiapan peserta, perangkat, jaringan, dan mekanisme perlombaan. Sementara alat dan bahan peserta luring mulai dikirim ke Jakarta dan Depok pada 22 Juli agar tiba sebelum pelaksanaan orientasi.
Selanjutnya, pada 24 Juli seluruh kontingen akan mengikuti Training Center (TC) dan pelepasan resmi di Hotel Leedon Surabaya. Kegiatan tersebut meliputi pengecekan administrasi, pembagian atribut kontingen, pengarahan teknis, hingga penguatan mental peserta sebelum keberangkatan.
Kontingen luring dijadwalkan berangkat menuju Jakarta pada 24 Juli malam, sedangkan peserta lomba daring akan berkumpul di komplek SMKN Buduran pada 26 Juli untuk mengikuti technical meeting sebelum kompetisi dimulai.
Meski menjadi salah satu provinsi langganan juara, Aries mengaku belum memasang target perolehan medali emas karena format lomba tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.
“Belum bisa menargetkan emas karena format lomba berubah menjadi daring dan luring. Yang kami harapkan adalah memperoleh prestasi sebanyak-banyaknya dengan persiapan matang yang sudah kami siapkan,” katanya.
Ia menambahkan, Dindik Jatim terus memastikan kesiapan kompetensi peserta melalui simulasi, training center, dan technical meeting, sekaligus mengawal kelengkapan administrasi, keamanan alat dan bahan, transportasi, akomodasi, kesehatan, hingga penguatan mental seluruh kontingen.
“Dengan persiapan yang terukur dan pendampingan yang maksimal, kami berharap seluruh peserta dapat bertanding dengan sehat, percaya diri, disiplin, menjunjung tinggi sportivitas, serta mengharumkan nama Jawa Timur di tingkat nasional,” pungkas Aries.
Sementara itu, Kepala SMKN 1 Buduran Sidoarjo, Agustina menjelaskan sekolahnya menjadi pusat koordinasi pelaksanaan LKS daring bersama SMKN 2 dan SMKN 3 Buduran. Di SMKN 1 Buduran sendiri terdapat tujuh bidang lomba yang dipusatkan di sekolah tersebut.
Salah satu bidang yang telah lebih dulu berlangsung adalah Fashion Technology yang digelar secara daring pada 20-21 Juli 2026. Seluruh proses dikerjakan secara langsung (live), mulai dari pembuatan pola hingga menjahit selama 10 jam sesuai dua modul yang ditetapkan panitia nasional. Pada bidang lomba ini, Agustina menyebut siswanya menjadi salah satu kontingen Jatim yang bertanding di LKS Dikmen Nasional untuk bidang lomba Fashion Technology.
“Bidanv lonba fashion technology memulai lebih dahulu karena sistemnya daring. Jadi kontingen kami memdapatkan modul lebih dahulu dari Puspresnas, Setelah modul pertama selesai, hasil pekerjaan langsung dikemas dan disegel sesuai prosedur sebelum dikirim menggunakan kurir ke panitia nasional. Seluruh proses dilakukan secara live selama dua hari dan kami juga menyiapkan genset sebagai antisipasi apabila terjadi gangguan listrik,” jelasnya.
Untuk meningkatkan kesiapan peserta, Agustina menyebut, pihaknya juga menggelar training center selama hampir tiga bulan disekolah. Peserta mendapat pembinaan intensif setiap hari, menjalani praktik di industri selama dua pekan, serta didampingi alumni peraih prestasi Asia Skills Competition sebagai mentor dan motivator.
Selain memastikan kesiapan kompetensi peserta, Dindik Jatim juga terus mengawal kelengkapan administrasi, kesiapan alat dan bahan lomba, transportasi, akomodasi, hingga penguatan mental peserta sebelum keberangkatan ke ajang nasional. Seluruh kontingen dijadwalkan mengikuti training center dan pelepasan resmi pada 24 Juli 2026 sebelum bertolak ke Jakarta maupun Buduran sesuai skema pelaksanaan lomba. [ina.kt]


