Pasuruan, Bhirawa – Proses pemupukan yang masih mengandalkan tenaga manual menjadi tantangan bagi banyak petani di Desa Tanjung Kalang, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk. Kondisi itu terutama dirasakan petani lanjut usia yang harus berjalan sambil membungkukkan badan saat menaburkan pupuk di lahan.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) PSDKU Universitas Brawijaya Kediri memperkenalkan Piton (Pipa Penyalur Nutrisi), sebuah teknologi tepat guna yang dirancang untuk mempermudah proses penyaluran pupuk ke tanaman.
Program tersebut dilaksanakan di lahan pertanian milik Ispriyanto di Dusun Pojok, Desa Tanjung Kalang, Jumat (17/7). Kegiatan dipandu oleh mahasiswa KKN, Yahya Aditya Saputra, bersama timnya.
Yahya menyampaikan, Piton merupakan alat sederhana berbahan pipa yang berfungsi menyalurkan pupuk atau nutrisi langsung ke area perakaran tanaman. Dengan cara tersebut, petani tidak perlu lagi berulang kali membungkukkan badan saat melakukan pemupukan.
“Kami memperkenalkan Piton supaya proses pemupukan menjadi lebih praktis, efisien dan mengurangi beban kerja fisik petani. Khususnya yang sudah lanjut usia,” tandas Yahya.
Selain memberikan penjelasan mengenai cara kerja alat, tim KKN juga mengajak petani mempraktikkan langsung penggunaan Piton di lahan pertanian. Sebelum dan sesudah pelatihan, peserta mengikuti pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman terhadap teknologi yang diperkenalkan.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Pelita, Djauhari, mengaku alat tersebut cukup membantu pekerjaan petani. Menurutnya, proses pemupukan menjadi lebih ringan karena tidak lagi mengharuskan petani terus-menerus membungkuk saat bekerja di sawah. “Alat ini sangat membantu petani, terutama supaya tidak cepat capek saat proses pemupukan,” jelas Djauhari.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN berharap teknologi sederhana seperti Piton dapat menjadi alternatif bagi petani dalam meningkatkan efisiensi kerja sekaligus mendukung produktivitas pertanian di Desa Tanjung Kalang.
“Inovasi ini diharapkan mendorong petani untuk mulai memanfaatkan teknologi tepat guna yang mudah diterapkan di lahan pertanian,” urai Djauhari. [hil.wwn]


