27.2 C
Sidoarjo
Sunday, July 12, 2026
spot_img

Dinsos Jatim Fasilitasi dan Reunifikasi OT Rentang Gangguan Kejiwaan

Pemprov Jatim, Bhirawa. – Dinas Sosial (Dinsos) Jatim kembali memfasilitasi pemulangan dan reunifikasi keluarga bagi dua Orang Terlantar (OT) rentan dengan gangguan kejiwaan yang terlantar di Bali. Pendampingan dilakukan hingga proses serah terima kepada Dinas Sosial kabupaten dan keluarga di Kabupaten Kediri serta Kabupaten Jombang.

Sebagai bentuk komitmen dalam memberikan perlindungan sosial kepada masyarakat rentan, Kepala Dinsos Jatim Dra. Restu Novi Widiani, MM mengatakan, pihaknya memastikan setiap proses pemulangan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari asesmen, pemenuhan kebutuhan dasar, pendampingan perjalanan, hingga penyerahan kepada keluarga.

“Kami ingin memastikan setiap warga yang terlantar dapat kembali ke lingkungan keluarganya dengan aman serta memperoleh pendampingan dan layanan lanjutan agar proses pemulihannya dapat berlangsung secara berkesinambungan,” ujarnya,

Kedua OT tersebut adalah Alin Bunga Lestari (36) asal Kabupaten Kediri, dan Muhammad Riyono (41) asal Kabupaten Jombang. Alin diketahui merupakan pasien rawat jalan dengan diagnosis skizofrenia yang masih menjalani pengobatan rutin. Berdasarkan hasil asesmen, ia meninggalkan rumah tanpa sepengetahuan keluarga dan sempat bekerja sebagai buruh harian di sebuah warung di Bali. Namun, pekerjaan tersebut tidak berlangsung lama hingga akhirnya ia hidup terlantar di jalanan, terjaring Satpol PP, dan menjalani perawatan di rumah sakit jiwa setempat.

Sementara itu, Muhammad Riyono diketahui meninggalkan rumah tanpa kabar selama kurang lebih 14 tahun. Berdasarkan hasil asesmen, ia merupakan pasien rawat jalan dengan diagnosis depresi akut dan masih mengkonsumsi obat secara rutin. Selama berada di Bali, Riyono bekerja sebagai buruh serabutan sebelum akhirnya ditemukan Satpol PP dalam kondisi memerlukan pertolongan dan dibawa ke rumah sakit jiwa untuk mendapatkan penanganan.

Berita Terkait :  Proyek Penunjukkan Langsung di Kabupaten Malang Diduga Dimonopoli Oknum PNS

Setelah memperoleh penanganan di Bali, keduanya dipulangkan oleh Disnos Bali menggunakan transportasi darat menuju Dinsos Jatim. Setibanya di Surabaya, petugas Dinsos Jatim melakukan asesmen lanjutan, memberikan kebutuhan pribadi dan permakanan, serta menyiapkan proses pemulangan ke daerah asal masing-masing. Tim dari Dinsos Jatim kemudian mengantarkan Alin ke Dinsos Kabupaten Kediri untuk diserahterimakan kepada keluarganya. Sementara Muhammad Riyono diserahkan kepada Dinsos Jombang.

Novi menambahkan, reunifikasi keluarga merupakan bagian penting dalam upaya pemulihan orang terlantar rentan yang mengalami gangguan kejiwaan. “Pemulangan ini bukan sekadar mengantar seseorang kembali ke rumah, tetapi memastikan mereka kembali memperoleh perlindungan, pengobatan, dan dukungan keluarga sehingga dapat kembali menjalani kehidupan yang lebih baik,” katanya.

Sementara itu, Ketua Tim Sub Substansi Penanganan Korban Bencana Sosial Dinsos Jatim, Liawati Suntiana, menjelaskan bahwa seluruh tahapan pendampingan dilakukan melalui koordinasi lintas daerah agar proses pemulangan berjalan aman dan tepat sasaran. “Setiap penerima layanan kami dampingi sejak tiba di Dinsos Jatim hingga diserahterimakan kepada Dinsos kabupaten dan keluarganya agar penanganan lanjutan dapat langsung dilakukan,” jelasnya.

Melalui pendampingan tersebut, Dinsos Jatim berharap proses rehabilitasi sosial kedua OT dapat terus berlanjut di daerah asal dengan dukungan keluarga, pemerintah daerah, serta layanan kesehatan sehingga keberfungsian sosial mereka dapat pulih secara bertahap.[rac.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!