27.2 C
Sidoarjo
Sunday, July 12, 2026
spot_img

Dispendik Surabaya Tegaskan Sekolah Swasta Mitra Strategis Pemerataan Pendidikan


Surabaya, Bhirawa – Berakhirnya Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya pastikan sekolah swasta tetap jadi pilihan yang berkualitas sekaligus bagian penting dalam pemerataan layanan pendidikan.

Seluruh tahapan SPMB tahun ajaran 2026/2027 telah rampung, mulai jenjang SD sampai SMP, jalur domisili sebagai tahapan terakhir, Dispendik tetap membuka posko layanan pasca SPMB untuk mendampingi orang tua yang anaknya belum diterima di sekolah negeri, Sabtu (11/7).

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Febrina Kusumawati menjelaskan bahwa layanan disediakan adalah informasi sekolah swasta melalui laman SPMB di seluruh posko layanan, dari sistem tersebut, orang tua bisa memperoleh rekomendasi sekolah swasta berdasarkan wilayah tempat tinggal sekaligus menyesuaikan dengan kemampuan ekonomi keluarga.

“Proses SPMB tidak berhenti setelah seleksi sekolah negeri selesai, kami pastikan keberlanjutan layanan supaya seluruh anak tetap memperoleh akses pendidikan melalui sekolah swasta, terpenting ialah tidak ada anak yang berhenti sekolah hanya karena belum diterima di sekolah negeri,” Ungkapnya.

Lanjut Febrina mengatakan pandanga sekolah negeri lebih baik dibanding sekolah swasta perlu diubah, dimana banyak sekolah swasta Surabaya terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan, sampai sejumlah sekolah telah menutup pendaftaran jauh sebelum pelaksanaan SPMB dimulai karena kuota telah terpenuhi.

“Kualitas pendidikan sekolah swasta dasarnya tidak kalah dengan sekolah negeri, ada sekolah swasta yang sudah penuh menerima peserta didik beberapa bulan sebelum SPMB dibuka, hal tersebut menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap sekolah swasta juga sangat tinggi,” katanya.

Berita Terkait :  Siswa SMAN 5 Surabaya Raih Tiga Penghargaan Bergengsi International

Dispendik terus mendorong sekolah swasta perkuat karakter dan keunggulan masing-masing supaya masyarakat memiliki lebih banyak pilihan sekolah berkualitas. “Setiap sekolah menghadirkan identitas yang menjadi nilai tambah, baik melalui penguatan pendidikan karakter, pelibatan orang tua, maupun berbagai program unggulan lainnya,” ujarnya.

Febrina mengukapkan sekolah negeri dan sekolah swasta bukanlah dua entitas yang saling bersaing, tetapi mitra strategis memenuhi kebutuhan pendidikan masyarakat.

“Kapasitas sekolah negeri terbatas membuat keberadaan sekolah swasta jadi bagian penting dalam memastikan seluruh anak usia sekolah tetap memperoleh layanan pendidikan,” Pungkasnya.

Febri menyampaikan pemerintah pusat tidak membedakan dukungan operasional bagi sekolah negeri maupun swasta, bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Bantuan Operasional Pendidikan Daerah (Bopda) diberikan berdasarkan jumlah peserta didik, sehingga besaran yang diterima mengikuti jumlah siswa di masing-masing sekolah.

“Perbedaannya terletak pada pembiayaan investasi sarana dan prasarana, Sekolah negeri memperoleh dukungan penuh dari pemerintah untuk pembangunan maupun rehabilitasi fasilitas, sedangkan sekolah swasta masih harus memenuhi kebutuhan tersebut melalui yayasan atau sumber pembiayaan lain,” tuturnya.

Ia menambahkan pada kepala sekolah supaya mengelola dana BOS dan BOPDA secara efektif dengan mengutamakan kebutuhan prioritas, pengelolaan anggaran yang tepat berdampak langsung pada peningkatan kualitas layanan pendidikan. [ren.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!