27.2 C
Sidoarjo
Sunday, July 12, 2026
spot_img

Jatim Bidik Lumbung Atlet Nasional Lewat Jatim Open 2026

Pemkab Malang, Bhirawa. – Provinsi Jawa Timur memperkuat posisinya sebagai lumbung atlet nasional melalui ajang Jatim Open I Piala Gubernur 2026. Event ini diharapkan menjadi wadah pembinaan dan pencarian bibit atlet berprestasi.

Komitmen tersebut ditegaskan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat melepas start Kejuaraan Sepatu Roda Tingkat Nasional Jatim Open I Piala Gubernur Jawa Timur 2026 di Lapangan Sepatu Roda Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (11/7).

Kejuaraan yang diikuti 2.436 atlet dari 133 tim berbagai provinsi di Indonesia itu menjadi bagian dari strategi pembinaan atlet sekaligus ajang pencarian bibit-bibit unggul menuju level nasional dan internasional. Pelepasan ditandai dengan penembakan electronic starting gun oleh Gubernur Khofifah didampingi Bupati Malang Sanusi dan Ketua Umum PB Perserosi Velix Wanggai.

Khofifah mengatakan, penyelenggaraan kompetisi secara konsisten merupakan mata rantai penting dalam membangun ekosistem olahraga prestasi. Melalui kejuaraan seperti Jatim Open, atlet muda memiliki ruang untuk mengasah kemampuan sekaligus menunjukkan potensinya.

“Melalui kompetisi seperti inilah kita dapat menemukan talenta baru, mengukur hasil pembinaan, sekaligus mempersiapkan atlet untuk meraih prestasi di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

Menurut Khofifah, Pemprov Jatim tidak hanya fokus menggelar kompetisi, tetapi juga terus memperkuat pembinaan, pelatihan berkelanjutan, serta penyediaan fasilitas olahraga yang memadai. Upaya tersebut telah membuahkan hasil dengan raihan dua medali emas dan satu medali perak cabang olahraga sepatu roda pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Tahun 2024.

Berita Terkait :  Perahu Dihantam Ombak, Satpolairud Polres Situbondo Ingatkan Nelayan Selalu Siap Alat Keselamatan

Keberhasilan itu, lanjutnya, harus terus dijaga agar Jawa Timur tidak hanya menjadi daerah berprestasi, tetapi juga menjadi pemasok atlet nasional di berbagai cabang olahraga.

“Dengan kompetisi dan pembinaan yang konsisten, saya optimistis Jawa Timur akan semakin kokoh sebagai lumbung atlet nasional yang mampu melahirkan juara-juara untuk Indonesia,” tegasnya.

Khofifah menambahkan, setiap prestasi atlet merupakan hasil dari proses panjang yang dibangun melalui disiplin, kerja keras, konsistensi, dan semangat pantang menyerah.

“Prestasi tidak lahir di garis finis, tetapi dibangun melalui proses panjang yang penuh disiplin, kerja keras, dan semangat pantang menyerah,” katanya.

Selain mengejar prestasi, pembinaan olahraga juga dinilai menjadi investasi penting dalam membangun karakter generasi muda. Bertepatan dengan Bulan Peringatan Hari Anti Narkoba, Khofifah menyebut pembinaan atlet di Jawa Timur turut menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.

“Alhamdulillah selama ini dalam Puslatda Jawa Timur tidak ditemukan kasus penyalahgunaan narkoba. Olahraga mampu menggerakkan sportivitas, membangun energi positif seluruh anak bangsa, sekaligus membentuk kedisiplinan dan karakter generasi muda,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Khofifah juga menyerahkan medali kepada para juara. Di kategori putri, atlet Jawa Timur Yasmin berhasil meraih medali emas, disusul Disna dari Jawa Tengah sebagai peraih perak dan Dinda dari Jawa Barat yang meraih perunggu. Yasmin diproyeksikan memperkuat kontingen Jawa Timur pada ajang PON mendatang.

Berita Terkait :  Bupati Jember Antusias Ikuti Retret di Magelang, Puji Inisiatif Presiden Prabowo

Sementara di kategori putra, medali emas diraih Ataya dari Jawa Tengah, perak diraih Vasa dari Jawa Timur, dan perunggu diraih Viara dari Jawa Tengah.

Ketua Umum PB Perserosi Velix Wanggai memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Malang atas penyelenggaraan Jatim Open I yang dinilai menjadi salah satu kejuaraan sepatu roda terbesar di Indonesia.

“Terima kasih kepada Ibu Gubernur Jawa Timur dan Bapak Bupati Malang. Kejuaraan ini menjadi momentum penting yang mempertemukan lebih dari 2.400 atlet dari berbagai provinsi sekaligus menjadi ajang mengukur kemampuan atlet dari seluruh Indonesia,” katanya.

Menurut Velix, tingginya antusiasme peserta, dukungan fasilitas olahraga, serta pembinaan yang berjalan secara berkelanjutan menjadi modal besar bagi Jawa Timur untuk terus melahirkan atlet berprestasi.

“Jawa Timur memiliki semua modal untuk menjadi lumbung atlet nasional. Fasilitasnya memadai, pembinaannya berjalan baik, kompetisinya rutin, dan prestasinya terus konsisten. Kejuaraan seperti Jatim Open ini akan semakin memperkuat lahirnya atlet-atlet nasional dari Jawa Timur,” pungkasnya. [ina,cyn.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!