27.2 C
Sidoarjo
Tuesday, July 7, 2026
spot_img

Libatkan Pertamina dan PLN, Pemkab Kediri Jaga Pengairan Lahan Petani


Oleh:
Irvan Cholis, Kab Kediri

Pemerintah Kabupaten Kediri terus memperkuat langkah antisipasi menghadapi musim kemarau guna menjaga produktivitas sektor pertanian.

Berbagai upaya dilakukan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, mulai dari mempercepat layanan rekomendasi solar subsidi hingga pembangunan sekitar 380 sumur submersible untuk mendukung pengairan lahan pertanian.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kabupaten Kediri, Sukadi, mengatakan sektor pertanian menjadi salah satu program prioritas Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana.

Karena itu, pemerintah daerah terus berupaya menjaga ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Sebagai bentuk antisipasi dampak musim kemarau, Pemkab Kediri menjalin koordinasi dengan Pertamina untuk memastikan ketersediaan solar subsidi bagi petani. Sementara dengan PLN, koordinasi dilakukan untuk mendukung penyediaan jaringan listrik pada program listrik masuk sawah melalui pemasangan sumur submersible.

“Kami dengan Pertamina selalu berkomunikasi dan berkoordinasi, bahwasanya terkait dengan kebutuhan solar ini, kami minta untuk petani diprioritaskan. Dengan PLN juga, terkait program sumur submersible itu karena butuh listrik besar,” kata Sukadi, Selasa (7/7).

Selain memastikan pasokan BBM subsidi, Dispertabun juga mempercepat proses penerbitan rekomendasi pembelian solar subsidi. Jika sebelumnya petani harus mengurus langsung ke Dispertabun untuk mendapatkan barcode pembelian, kini petani cukup melapor kepada Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).

PPL akan membantu mengurus seluruh persyaratan hingga pengajuan rekomendasi ke Dispertabun. Setelah dokumen dinyatakan lengkap, termasuk surat keterangan dari pemerintah desa, rekomendasi akan diterbitkan pada hari yang sama sehingga petani dapat segera memperoleh barcode pembelian solar subsidi.

Berita Terkait :  Rektor UIBU Apresiasi Polres Kota Malang Tangani Demo

“Rekom dari kami, hari itu juga kita akan kirim ke PPL untuk dicetak dan dikirimkan ke petani. Jadi sehari, mereka sudah bisa mendapatkan barcode solar bersubsidi,” ujarnya.

Meski proses dibuat lebih mudah, pengawasan terhadap penggunaan BBM subsidi tetap dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan. Solar subsidi tersebut diperuntukkan bagi operasional mesin diesel pompa air maupun alat dan mesin pertanian (alsintan).

Selain mempermudah akses BBM subsidi, Pemkab Kediri juga memperkuat infrastruktur pengairan melalui pembangunan sekitar 380 titik sumur submersible pada 2026. Pembangunan tersebut didanai melalui anggaran pemerintah pusat maupun daerah dan diperuntukkan bagi kelompok tani di berbagai wilayah Kabupaten Kediri.

“Kami dengan PLN Kediri maupun Mojokerto kami selalu berkomunikasi, berkoordinasi terkait kebutuhan petani masalah listrik untuk diprioritaskan,” ucap Sukadi.

Pemerintah Kabupaten Kediri juga berupaya menekan biaya produksi petani melalui penyaluran bantuan benih. Tahun ini, sebanyak 200 ton benih jagung disalurkan untuk mendukung budidaya di lahan seluas sekitar 13.300 hektare.

Saat penyaluran bantuan benih jagung pada akhir Juni 2026, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menyatakan dukungan kepada petani tidak berhenti pada bantuan benih. Pemerintah daerah juga akan kembali menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) guna membantu petani mengolah lahan.

“Kita tidak berhenti di sini, karena setelah benih kita masih memiliki bantuan nanti Alsintan, jumlahnya nanti ditunggu saja,” kata Bupati Hanindhito. [van/nov.gat]

Berita Terkait :  Lokasi Eks PJKA Trunojoyo Pamekasan untuk PKL Mulai Dibenahi

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!