Pemprov, Bhirawa – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Timur menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan 10 Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) untuk memperkuat program pemagangan kerja ke Jepang.
Penandatanganan di Aula Wawasan Disnakertrans Jatim, Selasa (7/7/2026), itu menjadi langkah memperluas kesempatan kerja sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Jawa Timur.
Saat ini ke 10 LPK yang telah menjalin PKS dengan Disnakertrans Jatim tersebut yakni LPK Nusantara Gakkou Banyuwangi, LPK Bina Nusantara Sejahtera Ponorogo, LPK Akashiro Gakkou Tulungagung, LPK Osaka Gakkou Kediri, LPK Kazoku Indonesia Kediri, LPK Asahira Madiun, LPK Nagasaki Mojokerto, LPK Taruna Nusantara Gakkou Kabupaten Blitar, LPK Duta Sejahtera Kabupaten Blitar, dan LPK Yagai Gakkou Kediri.
Kepala Disnakertrans Jatim Sigit Priyanto menegaskan penandatanganan PKS merupakan komitmen membangun ekosistem penempatan tenaga kerja yang berkualitas.
“Kerja sama ini adalah jembatan emas bagi anak-anak muda Jawa Timur untuk melangkah ke panggung internasional, khususnya Jepang, baik melalui program pemagangan maupun jalur Specified Skilled Workers (SSW),” katanya.
Sigit meminta seluruh LPK meningkatkan kualitas pelatihan melalui penguasaan bahasa Jepang, pembentukan karakter, disiplin, dan etos kerja. Menurutnya, setiap peserta harus mampu menjaga reputasi Jawa Timur sekaligus beradaptasi dengan budaya kerja Jepang yang disiplin.
Perwakilan LPK Nusantara Gakkou sekaligus Ketua Asosiasi LPK IM Japan Jatim Abdul Azis mengapresiasi kepercayaan Disnakertrans Jatim kepada lembaga pelatihan swasta. Ia menyebut kerja sama yang telah berlangsung sekitar 15 tahun menjadi bukti komitmen bersama dalam mencetak tenaga kerja yang siap bersaing di Jepang.
Abdul Azis mengatakan persaingan penempatan tenaga magang ke Jepang semakin ketat karena melibatkan berbagai negara di Asia. Karena itu, LPK harus membekali peserta dengan kemampuan bahasa, karakter, kejujuran, kedisiplinan, dan kemampuan beradaptasi dengan budaya kerja Jepang.
“Kualitas sumber daya manusia menjadi kunci. Pembinaan karakter tidak boleh dilepaskan sejak awal agar peserta mampu beradaptasi dengan budaya kerja di Jepang dan setelah kembali dapat membuka usaha maupun berkontribusi bagi daerahnya,” ujar Abdul Azis.
Ia juga berharap sinergi antara Disnakertrans Jatim, dinas ketenagakerjaan kabupaten/kota, dan UPT Balai Latihan Kerja (BLK) terus diperkuat melalui pelatihan berbasis kompetensi. Menurutnya, kolaborasi tersebut akan meningkatkan kualitas lulusan sekaligus meminimalkan persoalan yang mungkin muncul saat peserta bekerja di luar negeri.
Sekretaris Disnakertrans Jatim Agus Gunawan mengatakan program pemagangan ke Jepang telah berjalan sejak 1995 atau sekitar 30 tahun. Saat ini terdapat 10 LPK dari berbagai daerah di Jawa Timur yang telah menjalin kerja sama dengan Disnakertrans Jatim, dan peluang masih terbuka bagi LPK lain yang memenuhi persyaratan.
Ia menegaskan legalitas menjadi syarat utama bagi setiap LPK yang ingin bekerja sama dengan Disnakertrans Jatim.
“Kami ingin memastikan seluruh lembaga yang bekerja sama memiliki legalitas yang jelas sehingga proses pelatihan dan penempatan tenaga kerja berjalan sesuai aturan,” tegas Agus.
Agus menambahkan masyarakat dapat meningkatkan kompetensi melalui Balai Latihan Kerja (BLK) maupun mendaftar ke LPK mitra Disnakertrans Jatim untuk mengikuti program tersebut.
“Kami berharap semakin banyak LPK yang memenuhi persyaratan sehingga semakin banyak pula angkatan kerja Jawa Timur yang memperoleh kesempatan mengikuti program pemagangan ke Jepang,” pungkasnya. [rac.gat]


