Surabaya, Bhirawa – Usai menggagas Sport science, kini Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) bersama Universitas Negeri Surabaya (Unesa) kini mengenalkan konsep Sport intelligence untuk memacu prestasi atlet sekaligus memetakan kekuatan lawan.
Konsep itu tertuang dalam buku Sport Intelligence karya Eman Sungkowo, Syarif Hidayat, Jerry Indrawan, dan Irandito Abdul Hakim Malik.
Ketua KONI Pusat Letjen (Purn) Marciano Norman yang hadir saat acara bedah buku Sport intelligence yang digelar diFakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Unesa, Selasa (7/7) menjelaskan, sport intelligence atau intelijen olahraga dinilai menjadi strategi baru yang dapat memperkuat sistem pembinaan atlet Indonesia di tengah persaingan olahraga dunia yang semakin mengandalkan data, informasi, dan analisis strategi.
Bahkan konsep ini sebenarnya sudah diperkenalkan saat ia irinya menjabat sebagai Ketua Umum KONI Pusat pada 2019. “Pada 2019, saat pertama kali saya di KONI Pusat, saya menyampaikan kepada teman-teman bahwa media merupakan bagian dari sport intelligence karena memiliki jejaring yang luas untuk mengumpulkan berbagai informasi yang dibutuhkan para pembina olahraga di Indonesia,” ujar Marciano.
Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) mengatakan kalau peran perguruan tinggi sangat penting untuk mengembangkan konsep tersebut, apalagi saat ini di Indonesia ada 14 universitas termasuk Unesa dengan fakultas keolahragaan yang dapat menjadi kekuatan dalam mengembangkan sistem pembinaan atlet berbasis riset dan data.
Ia juga yakin pendekatan intelijen dapat diterapkan dalam dunia olahraga untuk memperkuat proses pembinaan atlet nasional. “Sekarang mari kita mencari satu jalan bagaimana memanfaatkan ilmu intelijen untuk meningkatkan pembinaan olahraga sehingga prestasi atlet Indonesia menjadi lebih baik,” katanya.
Menurut Marciano, olahraga saat ini telah mengalami transformasi besar. Kemenangan tidak lagi hanya ditentukan oleh kemampuan fisik atlet, tetapi juga kecerdasan dalam mengolah data, membaca kekuatan lawan, serta menyusun strategi yang tepat.
“Olahraga telah menjadi pertempuran data dan pengelolaan informasi tingkat tinggi. Karena itu, sport intelligence menjadi bagian penting dalam membangun prestasi olahraga,” ujar Marciano.
Kamus & Ensiklopedia
Sebagai bentuk implementasi konsep tersebut, KONI Pusat telah membentuk badan khusus yang menangani sport intelligence dan berada langsung di bawah koordinasi Ketua Umum KONI Pusat.
Marciano menjelaskan, unit tersebut bertugas mengidentifikasi kelemahan pembinaan, memetakan peluang peningkatan prestasi, serta menghimpun berbagai informasi strategis yang dapat dimanfaatkan oleh induk organisasi cabang olahraga.
“Tugasnya mempelajari kelemahan kita, mencari peluang yang masih bisa dimanfaatkan, sehingga ke depan akan semakin banyak prestasi yang dapat diraih atlet Indonesia,” tuturnya.
Melalui pendekatan tersebut, KONI berharap sistem pembinaan olahraga nasional menjadi lebih terukur, adaptif, dan mampu meningkatkan daya saing atlet Indonesia pada berbagai ajang internasional.
Sementaraitu, mewakili Rektor Unesa Prof Nurhasan, Wakil Rektor IV Prof. Dr. Dwi Cahyo Kartiko, buku ini sangat bermanfaat untuk perkembangan olahraga di Indonesia. Ia menjelaskan semangat Sports Intelligence sejalan dengan Unesa yang terus melakukan penelitian dan pembinaan atlet . “Semoga karya ini menjadi referensi penting bagi akademisi, pengambil kebijakan, dan seluruh insan olahraga Indonesia,” pesannya.
Pada kesempatan itu juga dilaksanakan penandatangan nota kesepahaman antara Marciano Norman dari KONI dan Rektor Unesa Prof Nurhasan sekaligus Deklarasi Sports Intelligence Indonesia. [wwn]


