24.5 C
Sidoarjo
Tuesday, July 7, 2026
spot_img

Ajang INOPAMAS 2026, Pacu Transformasi Tata Kelola Pemkab Pasuruan

Pemkab Pasuruan, Bhirawa. – Pemkab Pasuruan, terus memacu transformasi tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik melalui pemanfaatan teknologi informasi.

Langkah itu ditegaskan dalam puncak penganugerahan Lomba Inovasi dan Teknologi Kabupaten Pasuruan Maju Adil dan Sejahtera (INOPAMAS) 2026 yang menempatkan digitalisasi birokrasi dan pemberdayaan berbasis komunitas sebagai pilar utama perubahan.

Ajang tahunan tersebut mencapai muaranya dalam resepsi Anugerah INOPAMAS 2026 yang digelar di Auditorium Mpu Sindok, Kompleks Kantor Bupati Pasuruan, Selasa (7/7).

Melalui penyaringan ketat, sekurangnya empat kategori utama telah menemukan para pemenang yang dinilai mampu menghadirkan solusi konkret atas tantangan pelayanan publik di daerah.

Pada kategori Tata Kelola Pemerintahan dan Pelayanan Publik, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Pasuruan keluar sebagai pemenang utama melalui inovasi bertajuk ‘Sakti Plus’. Platform ini dikembangkan sebagai jawaban atas kebutuhan transparansi dan integrasi sistem informasi di lingkup pemerintahan lokal.

Ratna Widiawati dari Diskominfo Kabupaten Pasuruan mengutarakan, Sakti Plus didesain agar dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat yang membutuhkan asistensi maupun ruang komunikasi terkait teknologi informatika di pemerintahan.

“Ini menjadi bukti nyata kontribusi kami terhadap pembangunan dan perbaikan layanan publik. Lewat platform Sakti Plus, siapa saja yang menghadapi kendala atau memiliki pertanyaan seputar teknologi informatika di Kabupaten Pasuruan dapat langsung melayangkannya ke sana,” kata Ratna.

Selain Diskominfo, sejumlah instansi pelaksana pelayanan dasar juga menorehkan prestasi dalam kategori ini. Puskesmas Gondangwetan menempati peringkat kedua dengan inovasi ‘Pakde Ketawa’, diikuti RSUD Bangil melalui program ‘BANDROL’ di peringkat ketiga.

Berita Terkait :  Menteri PPPA Kunjungi Desa Ngadas, Perkuat Ketahanan Keluarga Suku Tengger

Adapun posisi keempat hingga keenam berturut-turut diraih oleh Dinas Pendidikan (‘Gerbang Kembar’), RSUD Grati (‘Tuan Josam’), dan Dinas Lingkungan Hidup (‘Prokasih’).

Transformasi tata kelola yang diharapkan tidak hanya bertumpu pada jajaran birokrasi, tetapi juga menyasar sektor pendidikan dan penguatan pemuda di tingkat tapak.

Pada kategori Teknologi dan Nonteknologi, inovasi ‘Bimbel Akar Rumput’ yang diinisiasi oleh Karang Taruna Mutiara Telaga Bakti dari Desa Alastlogo, Kecamatan Lekok, berhasil meraih predikat terbaik pertama.

Gerakan swadaya ini dinilai mampu menjembatani ketimpangan akses pembelajaran nonformal di wilayah pelosok.

Sementara itu, di sektor pendidikan formal, UPT Satuan Pendidikan SDN Baujeng 1 menjadi yang terbaik di kategori Pendidikan/Pembelajaran lewat inovasi ‘Bisma’.

Pada kelompok pemuda, Bank Sampah Sari Asri memenangi kategori Milenial melalui platform ‘Sari Asri Digital Hub’ yang mengintegrasikan isu ekologi dengan ekonomi sirkular digital.

Atas konsistensinya memproduksi berbagai terobosan layanan kesehatan yang adaptif, penghargaan khusus kategori Terinovatif dianugerahkan kepada RSUD Grati.

Sementara itu, Wakil Bupati (Wabub) Pasuruan, HM Shobih Asrori, saat memberikan arahannya, menyampaikan apresiasi sekaligus catatan penting bagi seluruh inovator.

Pria yang akrab disapa Gus Shobih ini mengingatkan bahwa substansi dari sebuah inovasi bukanlah penghargaan, melainkan dampaknya yang dapat dirasakan langsung secara luas dan terus-menerus oleh masyarakat.

“Selamat kepada seluruh pemenang. Saya berharap inovasi yang telah diciptakan ini betul-betul memberikan manfaat secara berkelanjutan, bukan sekadar program sesaat. Kembangkan terus untuk kemajuan Kabupaten Pasuruan dan tularkan semangat ini agar mampu memacu masyarakat melahirkan inovasi-inovasi baru,” ujar Gus Shobih.

Berita Terkait :  Reformasi Tata Kelola Rumah Sakit Daerah, Pimpinan RSUD dr R Soedarsono Dirotasi

Tantangan ke depan bagi Pemkab Pasuruan adalah bagaimana mereplikasi kesuksesan para pemenang ini ke tingkat desa dan kelurahan secara merata.

“Dari integrasi antar aplikasi serta jaminan keberlangsungan anggaran dan regulasi menjadi kunci utama agar transformasi tata kelola pemerintahan yang diikhtiarkan melalui INOPAMAS 2026 tidak berhenti sebagai etalase prestasi, melainkan menjadi kultur baru birokrasi yang melayani,” imbuh Gus Shobih. [hil.hel]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!