Kota Batu, Bhirawa – Kunjungan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait saat berkunjung ke Kota Batu, Rabu (1/7), juga memberikan dampak positif bagi keberadaan toko bangunan di kota ini. Hal ini menyusul pelaksanaan bedah rumah Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) juga disertai dengan gelar Pemilihan Terbuka Toko (PTT) bagi warga Kelurahan Temas pemilik toko untuk penyediaan bahan bangunan dalam pelaksanaan bedah rumah.
Digelarnya PTT ini mendorong pertumbuhan sektor ekonomi melalui perdagangan bahan bangunan yang sehat dan transparan. Karena pelaksanaan PTT ini merupakan mekanisme pengadaan bahan bangunan secara terbuka yang memberikan kesempatan kepada toko bangunan yang ada di Kelurahan Temas.
Dan para pemilik toko bangunan ini berkesempatan untuk menawarkan barang dagangan dengan kualitas terbaik dan harga bersaing. “Dengan dilaksanakannya pemilihan toko secara terbuka, maka pelaksanaan program menjadi lebih transparan, efisien, dan akuntabel,” ujar Hashim Djojohadikusumo, Kasatgas Perumahan saat dikonfirmasi, Kamis (2/7).
Dan dengan adanya penerapan mekanisme Pemilihan Terbuka Toko, diharapkan bisa menghindari dan mencegah adanya monopoli perdagangan bahan bangunan. “Dan hal ini sekaligus menciptakan persaingan harga bahan bangunan yang sehat, dan menghasilkan efisiensi anggaran,” jelasnya.
Diketahui, pelaksanaan PTT diikuti empat toko bangunan yang ada di Kelurahan Temas. Nantinya toko- toko ini akan memenuhi kebutuhan material bagi 12 calon penerima bantuan bedah rumah dengan total pagu anggaran sebesar Rp210 juta.
Melalui mekanisme ini, toko bangunan bersaing secara terbuka untuk memberikan harga dan kualitas terbaik. Hasilnya, dari pagu anggaran sekitar Rp210 juta untuk 12 rumah, berhasil diperoleh efisiensi sekitar Rp16,8 juta.
Hasil efisiensi anggaran sebesar Rp16,8 juta selanjutnya akan dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk tambahan material bangunan. “Dipastikan, hasil efisiensi dalam PTT tidak kembali ke pemerintah, tetapi dikembalikan kepada masyarakat. Dengan demikian rumah yang dibangun bisa menjadi lebih baik tanpa mengurangi kualitas,” jelas Maurar saat memantau jalannya PTT.
Menurutnya, penerapan mekanisme Pemilihan Terbuka Toko mampu menciptakan persaingan harga bahan bangunan yang sehat Hal ini sekaligus menghindari praktik monopoli sekaligus menghasilkan efisiensi anggaran yang manfaatnya dapat kembali dirasakan masyarakat.
Diketahui, pelaksanaan pembangunan rumah ataupun bedah rumah melalui program BSPS di Kelurahan Temas dijadwalkan dimulai pada 10 Juli 2026.
Selain meningkatan kualitas rumah, pemerintah juga akan memberikan sertifikat tanah secara gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang memenuhi persyaratan. Jadi tidak hanya rumahnya yang diperbaiki agar menjadi layak huni, tetapi kepastian hukum atas tanahnya.
Diharapkan pembangunan program bedah rumah dapat selesai sesuai target, yaitu pada 10 Oktober 2026. Dengan demikian masyarakat Kota Batu dapat segera menempati hunian yang lebih layak.
“Saya berharap dapat kembali ke sini pada 10 Oktober 2026 untuk melihat hasil pembangunan rumah-rumah ini sekaligus pemberian sertifikat tanah gratis bagi masyarakat yang memenuhi persyaratan,” tandas Maruarar. [nas.kt]


