Kota Malang, Bhirawa – Keterbatasan modal yang kerap mencekik ruang gerak pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta inovator muda, memantik solusi cerdas dari kalangan akademisi Universitas Brawijaya (UB).
Empat mahasiswa Program Studi (Prodi) Sains Data Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) / FSTeM UB angkatan 2025, sukses menyabet Juara 1 dalam ajang bergengsi National Youth Preneur Festival 2026 yang berlangsung di Jember, belum lama ini.
Tim tangguh yang terdiri dari Aini Tusamma Salsabila, Hasrip Widianto, Gesya Nur Azizah, dan Muhammad Fairo Yans Azfaro ini, tampil gemilang menyingkirkan para pesaingnya pada kategori rancangan Business Model Canvas (BMC).
Gagasan brilian yang membawa mereka ke podium tertinggi adalah “Urunan”, sebuah rancangan platform investasi digital yang bertindak sebagai fasilitator antara idea maker atau pelaku UMKM dengan jaringan investor.
Perwakilan tim, Aini Tusamma Salsabila mengungkapkan, platform “Urunan” lahir dari kacamata analitik mahasiswa Sains Data. Sehingga, platform ini tidak hanya menonjol dari segi prospek finansial, tetapi juga pada ketahanan sistemnya.
“Fokus kami adalah menciptakan jembatan penghubung yang aman sekaligus inklusif. Melalui pengelolaan data relasional yang akurat, sistem dapat memberikan rekomendasi investasi yang tepat sasaran, menumbuhkan kepercayaan investor, sekaligus menghidupkan ide-ide brilian yang selama ini terganjal dana,” paparnya.
Di atas kanvas model bisnis tersebut, tim memaparkan bagaimana pemanfaatan data menjadi jawaban dari permasalahan modal. Tujuannya adalah untuk menjamin transparansi, keamanan transaksi, dan validasi rekam jejak pelaku UMKM, sehingga risiko investor dapat diminimalisir.
Uniknya, dari segi pengalaman pengguna (UI/UX), rancangan aplikasi “Urunan” mengusung estetika desain vektor yang minimalis dan bersih. Keputusan desain ini sengaja diambil agar aplikasi tetap ringan, intuitif, dan tidak mengintimidasi para pelaku UMKM daerah yang baru pertama kali bersinggungan dengan teknologi crowdfunding.
Inovasi yang ditawarkan oleh tim mahasiswa FSTeM UB ini tidak hanya menjadi angin segar bagi ekosistem kewirausahaan lokal, tetapi juga merupakan wujud nyata kontribusi generasi muda dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Secara khusus, gagasan mereka berkontribusi langsung pada SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dengan mendorong produktivitas serta perluasan akses keuangan bagi UMKM. Selain itu, solusi permodalan yang inklusif ini juga selaras dengan SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur).
Di hadapan dewan juri yang terdiri dari praktisi bisnis dan akademisi kewirausahaan, keempat mahasiswa UB ini berhasil membuktikan bahwa keilmuan statistika dan data dapat dikolaborasikan dengan apik bersama strategi ekonomi kreatif. Pemetaan Value Proposition hingga Revenue Stream yang mereka susun dinilai paling rasional, aplikatif, dan siap untuk diakselerasi ke tahap pengembangan perangkat lunak sesungguhnya.
Kemenangan di Jember ini menjadi titik awal pembuktian ide mereka. Ke depan, tim UB ini berambisi membawa blueprint “Urunan” ke tahap realisasi prototype dan mulai menjajaki peluang inkubasi bisnis agar bisa memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat luas. [mut.wwn]


