Kota Malang, Bhirawa. – DPRD Jawa Timur mengapresiasi RSUD Dr. Saiful Anwar atau RSSA Malang atas peningkatan layanan inklusif. Legislator mendorong rumah sakit terus meningkatkan akses layanan bagi pasien disabilitas, lansia, dan peserta BPJS.
Hal tersebut disampaikannya usai menghadiri Forum Konsultasi Publik yang digelar oleh manajemen rumah sakit milik Pemprov Jatim tersebut, Selasa (30/6).
Menurut Wakil Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur, Dr. Hj.Hikmah Bafaqih, sebagai salah satu rumah sakit rujukan utama di Jawa Timur, performa dan dedikasi tenaga medis serta manajemen dalam melayani masyarakat sejauh ini sudah menunjukkan capaian yang positif.
“Sebenarnya pelayanan di RSSA sudah bagus. Namun, sebagai rumah sakit tipe A yang menjadi tumpuan masyarakat luas, ruang untuk evaluasi dan peningkatan harus tetap dibuka demi kenyamanan pasien yang lebih optimal,” ujar Hikmah Bafaqih.
Hikmah yang juga ketua DPC PKB Kota Malang itu, berharap RSSA Malang dapat menangkap masukan dari berbagai elemen masyarakat untuk menyempurnakan aspek inklusivitas, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia dan penyandang disabilitas.
Beberapa catatan strategis yang dibahas dalam forum tersebut meliputi, Optimalisasi Sistem Antrean, Mempercepat proses administrasi pelayanan agar waktu tunggu pasien dapat dipangkas.
Hikmah meminta RSSA menambah sarana prasarana penunjang yang ramah disabilitas di setiap koridor pelayanan. Selain itu, peningkatan Komunikasi publik untuk memastikan transparansi informasi mengenai ketersediaan kamar dan alur layanan BPJS.
Sebagai pimpinan Komisi E yang membidangi kesejahteraan rakyat dan kesehatan, Hikmah menegaskan bahwa DPRD Jatim akan terus mengawal jalannya perbaikan layanan di RSSA Malang. Dukungan penganggaran dan regulasi akan terus diselaraskan agar komitmen rumah sakit dalam mempertahankan performa terbaiknya dapat berjalan konsisten.
“Kami di Komisi E siap memberikan dukungan penuh agar pelayanan yang sudah bagus ini bisa terus ditingkatkan, sehingga rakyat Jawa Timur mendapatkan hak pelayanan kesehatan yang bermartabat,” pungkasnya. [mut.kt]


