28.9 C
Sidoarjo
Tuesday, June 30, 2026
spot_img

Pemilik Hotel Siasati Pasar Lesu dengan Rebranding dan Peningkatan Layanan

Surabaya, Bhirawa – Selama setahun terakhir, setidaknya lima hotel di Jakarta memilih mengganti merek sebagai bagian dari upaya reposisi aset. Langkah ini mencerminkan strategi industri yang bergeser dari mengejar banyak tamu menuju fokus pada profitabilitas dan nilai aset.

“Beberapa temuan utama dari fenomena rebranding hotel ini mencakup pergeseran dari volume ke profitabilitas, peningkatan nilai aset, reposisi melalui konsep yang diperbarui, serta adaptasi terhadap pola permintaan yang terus berubah,” kata Head of Research Colliers Indonesia, Ferry Salanto, Selasa (30/6/2026).

Di Jakarta, aktivitas MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition) yang menurun membuat pemilik hotel menata ulang penawaran mereka. Meski begitu, segmen tamu pemerintahan dan korporasi tetap kuat, sehingga pasokan hotel kelas atas masih dominan. Hingga kuartal pertama 2026, inventaris hotel di Jakarta tercatat sekitar 49.106 kamar, dengan hotel bintang 4 menyumbang sekitar 40 persen dari total. Proyeksi menunjukkan akan ada tambahan hotel kelas atas yang masuk pasar, sehingga persaingan di segmen ini diperkirakan semakin ketat.

Sementara itu di Bali, rebranding hotel, termasuk pembukaan kembali properti dengan identitas baru, menunjukkan bahwa investor masih percaya pada fundamental pariwisata jangka panjang pulau ini. Meski menghadapi tantangan jangka pendek, Bali tetap menjadi magnet investasi untuk hotel mewah. Diperkirakan akan ada sekitar 1.623 kamar hotel bintang 5 yang selesai dibangun antara 2026 dan 2029.

Berita Terkait :  Denyut Rupiah di Nadi UMKM

Konsep kemewahan juga berubah. Kini kemewahan lebih ditentukan oleh eksklusivitas, personalisasi, dan pengalaman daripada sekadar ukuran atau jumlah bintang. Pengembang makin menonjolkan aspek wellness, suasana retreat, dan pengalaman yang dirancang khusus, konsep yang menarik bagi wisatawan milenial dan Gen Z yang mencari pengalaman perjalanan otentik dan bermakna.

Di tengah dinamika pasar, hotel yang cepat beradaptasi, memiliki posisi pasar jelas, dan menawarkan pengalaman bernilai akan berada pada posisi terbaik untuk mempertahankan kinerja. Mereka yang berhasil memanfaatkan rebranding, mengoptimalkan operasional, dan menemukan segmen permintaan baru berpeluang lebih besar menghadapi tantangan sekaligus menangkap peluang. [aya.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!