Jombang, Bhirawa – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jombang, Rabu (24/06). Hal ini menyebabkan warga kesulitan mendapatkan bahan bakar. Warga terpaksa harus mengantre panjang atau beralih ke BBM jenis lain yang lebih mahal.
Pada Rabu pagi (24/06) sekitar pukul 08.00 WIB, Pertalite di SPBU di wilayah Mojongapit tampak kosong. Pihak pengelola SPBU setempat bahkan memasang papan informasi bertuliskan ‘BBM Dalam Pengiriman’.
Kondisi seperti itu juga terjadi merata di sejumlah titik di Kabupaten Jombang. Di antaranya di SPBU Jalan Basuki Rahmad, Tunggorono, Jombang dan SPBU di Jalan Haji Abdoeh Moertadji, Jatipelem, Diwek, Jombang.
Kondisi berbeda terjadi SPBU Jalan Gatot Subroto, Jelakombo, Jombang. Di SPBU ini masih menyediakan BBM jenis Pertalite. Namun, ketersediaan tersebut memicu antrean kendaraan yang sangat panjang. Antrean meluber ke area jalan raya.
Salah seorang pengendara, Rama menuturkan, karena tidak menemukan Pertalite di sejumlah SPBU, akhirnya dirinya membeli BBM jenis Pertamax.
“Saya tadi mau berangkat kerja dari Kecamatan Peterongan menuju Kecamatan Perak dan dalam perjalanan tersebut sudah berkeliling ke empat SPBU. Akhirnya terpaksa membeli Pertamax dengan harga Rp16.250 per liter karena Pertalite tidak ada,” tutur dia.
Tak hanya di SPBU. Menurutnya, Pertalite di pengecer bensin di sepanjang jalan tersebut pun kosong, dan sebagian besar hanya menyisakan Pertamax atau bahkan tidak memiliki stok sama sekali.
Petugas SPBU di Jalan Basuki Rahmad, Tunggorono, Jombang yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, kekosongan Pertalite terjadi sejak Rabu dini hari pukul 03.00 WIB. “Kosong sejak tadi pagi jam 3,” kata dia. [rif.kt]


