Surabaya, Bhirawa – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mengadakan pameran produk kreatif yang berlangsung di Inkubator Bisnis Lantai G Gedung Rektorat Unesa Kampus II Lidah Wetan.
Kegiatan yang di ikuti oleh berbagai karya dan inovasi mahasiswa Program Studi S-2 Industri Kreatif Fakultas Vokasi Unesa, berabagai inovasi berbasis kearifan lokal yang dipamerkan meliputi produk kuliner, karya film, kriya, wastra, hingga strategi penjenamaan atau branding serta pengembangan bisnis industri makanan dan minuman atau food and beverage (FnB), Selasa (23/6).
Dosen pengampu mata kuliah, Inty Nahari mengatakan para mahasiswa magister terapan berasal dari latar belakang bidang kreatif yang sangat beragam, mulai dari kuliner, mode (fashion), perfilman, hingga multimedia, setiap karya dikembangkan disesuaikan secara khusus dengan bidang keahlian masing-masing mahasiswa dengan tetap mengangkat kearifan lokal dari daerah asal mereka.
“Beraharap karya-karya dipamerkan mahasiswa ini tidak berhenti pada gelar karya semata, tapi dapat terus dikembangkan menjadi tugas akhir atau tesis, bahkan jadi produk dan usaha yang berkelanjutan setelah mereka lulus,” jelasnya.
Salah satu mahasiswa Akbar Romadlony menjelaskan berhasil mengembangkan inovasi kuliner dengan mengubah hidangan tradisional khas Jawa Timur, yaitu pecel semanggi dan petis rujak cingur, ke dalam bentuk serbuk kering, sehingga lebih praktis.
“Ini produk seperti petis atau sambal semanggi umumnya berbentuk pasta dengan masa simpan terbatas, sebab saya mencoba mengolahnya menjadi serbuk agar lebih awet, praktis dibawa travelling, dan mudah disajikan kembali hanya dengan ditambahkan air,” tuturnya.
Sementara itu, mahasiswa asal Malaysia Dimas Haryanto, menceritakan karya bertajuk Creative Branding Storytelling & Business Development for F&B Brands, dengan menampilkan pengembangan nyata dari profesinya sebagai konsultan kreatif sekaligus pendiri media Katanya Makan.
“Sistem pendampingan usaha secara menyeluruh, mulai dari perancangan identitas brand hingga pengawasan perkembangan bisnis supaya tetap kompetitif dan relevan di pasar modern, Tantangannya, setiap owner punya ego dan sudut pandang masing-masing, jadi harus bisa menempatkan diri dan menemukan positioning yang pas sesuai kebutuhan mereka, dan membagi waktu antara tugas kuliah dan jadwal pekerjaan,” imbuhnya. [ren.wwn]


