31.7 C
Sidoarjo
Tuesday, June 23, 2026
spot_img

Tumbuhkan Karakter Siswa yang Ramah dan Santun Melalui Pembiasaan 5S di SDN Ngagel 1/394 Surabaya


Surabaya, Bhirawa
Pembentukan karakter siswa tidak hanya dilakukan melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga melalui pembiasaan sederhana yang diterapkan setiap hari. Hal itulah yang dilakukan mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya Anindya Destyn Wahyuningtyas dalam kegiatan Program Surabaya Mengajar (PSM) Batch 9 di SDN Ngagel 1/394 Surabaya, melalui penerapan budaya 5S, yaitu Salam, Senyum, Sapa, Sopan, dan Santun, di lingkungan sekolah.

Menurut Anindya, budaya 5S menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana sekolah yang nyaman, hangat, dan penuh rasa hormat. Melalui kebiasaan menyapa guru dan teman dengan salam dan sapa di sertai senyum yang tulus serta sikap sopan santun dalam berinteraksi, siswa dilatih untuk memiliki karakter yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Anindya, penerapan 5S juga menjadi pembelajaran yang sederhana namun memiliki makna besar. Saat siswa membiasakan diri memberi salam ketika bertemu guru, tersenyum saat berinteraksi, serta berbicara dengan nada yang sopan, mereka sedang belajar menghargai orang lain. “Kebiasaan ini tidak hanya mencerminkan etika, tetapi juga membangun hubungan yang harmonis antara warga sekolah,” jelas Anindya.

Dalam pelaksanaan magang di SDN Ngagel 1/394 Surabaya, mahasiswa PSM turut berperan aktif dalam mendampingi siswa untuk membiasakan perilaku positif tersebut. Melalui pendampingan langsung, siswa diajak untuk memahami bahwa salam, senyum, sapa, sopan, dan santun bukan sekedar kebiasaan, melainkan bagian dari pendidikan karakter yang penting diterapkan sejak dini.

Berita Terkait :  Tak Tepat Sasaran, Pemkot Surabaya Evaluasi Beasiswa Pemuda Tangguh

Menurut Anindya, budaya 5S memiliki dampak positif terhadap kedisiplinan dan kenyamanan belajar siswa. Ketika siswa terbiasa menyapa dengan ramah, suasana kelas menjadi lebih akrib dan kondusif. Interaksi yang hangat antara guru, mahasiswa magang, dan siswa juga membuat proses belajar terasa lebih menyenangkan dan tidak kaku.

Selain itu, pembiasaan 5S membantu siswa memahami pentingnya adab dalam pergaulan. Di tengah perkembangan zaman yang serba cepat, sikap salam, senyum, sapa, sopan, dan santun menjadi bekal penting agar siswa mampu beradaptasi dengan lingkungan sosial secara baik. Nilai sederhana ini pada akhirnya dapat menjadi dasar pembentukan karakter yang kuat, ramah, dan berakhlak mulia. [why]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!