PAN Jatim, Bhirawa – DPW Barisan Muda Penegak Amanat Nasional Jawa Timur mengingatkan seluruh calon ketua umum BM PAN agar tidak menjadikan Kongres BM PAN 2026 sebagai arena klaim dukungan sepihak.
Wakil Ketua DPW BM PAN Jawa Timur, Ghufron, menegaskan bahwa kongres merupakan ajang demokrasi organisasi. Karena itu, setiap voters harus diberi ruang penuh untuk menilai, membandingkan, dan menentukan pilihan secara merdeka.
“Kongres adalah ajang demokrasi. Jangan batasi hak voters untuk berdemokrasi,” ujar Ghufron, Senin (22/6/2026).
Menurutnya, kontestasi BM PAN tidak boleh dikunci terlalu cepat oleh manuver klaim dukungan. Ia menilai, setiap calon ketua umum harus menghormati proses politik internal yang masih berjalan.
Ghufron menegaskan bahwa voters bukan sekadar angka yang bisa diklaim begitu saja. Voters memiliki hak politik untuk mendengar langsung gagasan kandidat, membaca rekam jejak, dan menguji keseriusan calon pemimpin BM PAN ke depan.
“Jangan ada caketum yang merasa sudah berhasil mengonsolidasikan dukungan, apalagi dari Jawa Timur. Itu terlalu dini,” tegasnya.
Ia mengingatkan, demokrasi internal organisasi anak muda harus dibangun secara sehat. Menurut Ghufron, calon pemimpin BM PAN justru harus menunjukkan kematangan politik dengan membuka ruang komunikasi, bukan menutup kompetisi lewat klaim prematur.
“Biarkan voters menilai. Biarkan gagasan bertarung. Jangan kunci demokrasi terlalu cepat,” pungkasnya. [geh.kt]


