Kab Malang, Bhirawa – Komandan Kodim (Dandim) 0818/Kabupaten Malang/Kota Batu Letkol Inf Bayu Anjas Asmoro, memberikan apresiasi tinggi atas keberadaan dan perkembangan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang kini telah berdiri di wilayah Kabupaten Malang. Program ini dinilai strategis dalam mendongkrak perekonomian masyarakat di tingkat akar rumput.
“Kami memberikan dukungan dengan program KDMP, karena program tersebut bukan sekadar lembaga keuangan lokal, melainkan sebuah pilar penting yang mengintegrasikan penguatan ekonomi warga dengan ketahanan pangan wilayah,” kata Dandim Bayu, Senin (22/6), kepada wartawan.
Keberadaan KDMP di Kabupaten Malang ini, tentunya menjadi langkah nyata dalam memotong rantai birokrasi ekonomi yang selama ini kerap menyulitkan masyarakat desa.
“Kita ingin para petani, peternak, dan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) mendapatkan akses permodalan serta pasar yang lebih adil. Dan sektor pangan menjadi salah satu fokus utama dari gerakan koperasi ini,” ujar Banyu.
Melalui tata kelola yang terintegrasi, KDMP diharapkan mampu melindungi para produsen lokal dari permainan harga tengkulak, sekaligus menjaga stabilitas harga komoditas di pasar.
KDMP ini, lanjut Bayu, maka jajaran Kodim 0818 memberikan dukungan penuh terhadap berdirinya KDMP di Kabupaten Malang, dan juga sebagai wujud nyata dari kemanunggalan TNI dengan rakyat. TNI berkomitmen untuk mengawal setiap program yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat dan kedaulatan pangan nasional dari tingkat hulu hingga hilir.
“Dengan sinergi yang kuat antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat, maka keberadaan KDMP di Kabupaten Malang diharapkan dapat menjadi pilot project atau percontohan bagi daerah lain dalam membangun ekosistem ekonomi desa yang mandiri dan berdaya saing tinggi,” tegas Dandim.
Ditempat terpisah, Kepala Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang Hendik Arso menyampaikan, bahwa pembangunan KDMP di wilayah desanya belum selesai dibangun. Dengan keberadaan koperasi desa (kopdes) nantinya akan mendongkrak perekonomian masyarakat. Serta memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak utama perekonomian di tingkat desa. Melalui pengelolaan yang tepat, maka koperasi ini bisa mendongkrak kesejahteraan masyarakat melalui beberapa jalur strategis. Seperti memutus rantai tengkulak, penyediaan modal dan alat produksi yang mudah, edukasi dan hilirisasi produk, dan perputaran uang tetap di desa.
Masyarakat Desa Pujiharjo, terang Hendik, mayoritas berprofesi sebagai nelayan, petani, dan peternak. Masalah yang klasik yang sering dihadapi, yakni permainan harga oleh tengkulak. Dengan kehadiran Kopdes Merah Putih bisa hadir sebagai offtaker (penyerap hasil bumi) dengan harga yang adil dan transparan, sehingga keuntungan finansial kembali ke tangan masyarakat desa sendiri.
“Agar Kopdes Merah Putih ini benar-benar mampu mendongkrak ekonomi secara berkelanjutan, kuncinya ada pada transparansi pengelolaan (akuntabilitas), penerapan teknologi digital (misalnya untuk sistem pembayaran atau pemasaran). Serta komitmen pengurus yang profesional dan bebas dari kepentingan politik lokal,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, dia menambahkan, di Desa Pujiharjo selain mendapatkan program KDMP dari Pemerintah Pusat, juga mendapatkan program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), yang kini sudah selesai dibangun, dan untuk peresmiannya menunggu dari Pemerintah Pusat. Namun, KNMP kini yang sudah operasional pabrik es dan cold storage atau gudang pendingin ikan tangkapan nelayan.
“Jika Kopdes Merah Putih dan KNMP sudah berjalan, maka Desa Pujiharjo yang pasti pertumbuhan ekonomi desa meningkat dan warga juga akan berdampak dalam meningkatkan kesejahteraannya,” pungkas Hendik. [cyn.kt]


