28.3 C
Sidoarjo
Sunday, June 21, 2026
spot_img

Unusa jadi Co-Host Forum Internasional ICDP 2026 di Bali


Surabaya, Bhirawa
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) dipercaya menjadi co-host kegiatan International Community Development Program (ICDP) 2026 bertajuk “Health Tourism Community Empowerment: Strengthening Global Academic Health Tourism Networks” yang akan diselenggarakan di Bali.

Kegiatan internasional tersebut jadi wadah bagi akademisi, praktisi, industri, dan pembuat kebijakan dari berbagai negara untuk memperkuat jejaring akademik global sekaligus mendorong pengembangan sektor wisata kesehatan yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan, berbagai isu strategis dibahas mulai dari layanan kesehatan internasional, transformasi digital kesehatan, telemedicine, wellness tourism, pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence) dalam layanan kesehatan, hingga pemberdayaan masyarakat dan penguatan kolaborasi global di bidang kesehatan, Minggu (21/6).

Rektor UNUSA, Prof. Dr. Ir. Tri Yogi Yuwono, DEA., IPU., A.Eng., mengatakan bahwa keterlibatan UNUSA pada forum internasional merupakan bagian upaya perluas jejaring kerja sama global dan perkuat kontribusi akademik untuk menjawab berbagai tantangan kesehatan dunia.

“Partisipasi Unusa pada konferensi menunjukkan komitmen terlibat aktif dalam kolaborasi internasional yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat, forum ini tidak hanya berbagi keilmuan dan pengalaman, tapi berkontribusi penyusunan rekomendasi kebijakan yang dapat dimanfaatkan secara luas di tingkat global,” jelasnya.

Lanjut Prof. Tri Yogi mengukapkan bahwa selain menjadi forum pertukaran gagasan dan pengalaman, konferensi menargetkan lahirnya policy brief yang dapat menjadi rujukan bagi pemerintah, institusi pendidikan, dan pelaku industri dalam merumuskan kebijakan pengembangan health tourism.

Berita Terkait :  Ubaya Siap Gelar OPSI 2025, Ajang Kompetisi Penelitian Ilmiah Tingkat Nasional

“Diharapkan mampu mendorong sinergi antara sektor kesehatan, pendidikan, dan pariwisata untuk menghadirkan layanan wisata kesehatan yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan,” katanya.

Wakil Rektor III Unusa, Prof. Dr. Bambang Sektiari Lukiswanto, DEA., DVM., menyampaikan keikutsertaan konsorsium WUACD memberikan peluang besar Unusa memperluas kolaborasi internasional dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Keanggotaan Unusa pada WUACD membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan perguruan tinggi dari berbagai negara, Konferensi menjadi satu wujud nyata bagaimana kerja sama internasional dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan yang relevan dalam menjawab kebutuhan masyarakat global,” terangnya.

Prof. Bambang menambahakan keterlibatan Unusa sekaligus menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi yang responsif terhadap perkembangan isu-isu global dan aktif berkontribusi dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 3, yaitu Good Health and Well-Being.

“Partisipasi ICDP 2026 tidak cuman memperkuat reputasi internasional institusi, tapi memperluas peluang kerja sama akademik, penelitian, dan pengabdian masyarakat lintas negara, berharap forum ini mampu memperkuat ekosistem health tourism global serta menghasilkan berbagai inisiatif kolaboratif yang memberikan manfaat nyata bagi global,” imbuhnya. [ren.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!