Kota Malang, Bhirawa
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, memberikan apresiasi tinggi terhadap sistem kelulusan inovatif yang diterapkan SD Plus Qurrota A’yun Kota Malang. Langkah lembaga pendidikan ini dinilai strategis dalam membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, melainkan juga memiliki karakter islami, akhlak mulia, serta keterampilan hidup (life skills) yang kuat.
Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh orang nomor satu di jajaran Pemkot Malang tersebut saat menghadiri sekaligus memberikan arahan pada acara Haflah Akhirussanah SD Plus Qurrota A’yun di Hotel Aria Gajayana, Minggu (21/6) kemarin.
Menurut Wahyu Hidayat, konsep kelulusan yang diterapkan di sekolah ini memiliki distingsi dan nilai plus tersendiri dibanding sekolah pada umumnya. Siswa tidak hanya dituntut menyelesaikan pembelajaran reguler di kelas, melainkan wajib memenuhi delapan standar baku kelulusan dengan akumulasi minimal 1.000 poin. Siswa yang tidak mencapai target tersebut dinyatakan belum lulus dan harus mengulang.
“Kami sangat mengapresiasi SD Plus Qurrota A’yun yang konsisten menjaga standar kelulusan yang sangat baik ini. Esensi pendidikan sesungguhnya bukan sekadar mengejar nilai akademik di atas kertas, melainkan bagaimana kita membangun karakter, akhlak, dan kesiapan anak dalam menghadapi tantangan masa depan,” ujar Wahyu Hidayat.
Wahyu menambahkan, sistem komprehensif ini sangat selaras dengan visi besar Pemerintah Kota Malang dalam mencetak generasi penerus yang cerdas, berdaya saing, sekaligus berkarakter mulia. Pihaknya berharap model penguatan karakter seperti ini dapat menginspirasi lembaga pendidikan lainnya di Kota Malang.
Adapun delapan syarat kelulusan akumulatif yang harus dipenuhi siswa meliputi aspek berakhlak mulia (200 poin), rajin melaksanakan salat lima waktu (200 poin), mahir membaca Al-Qur’an (150 poin), dan hafal Juz 30 (150 poin). Selain itu, siswa juga harus lulus tes kemampuan akademik (150 poin), lulus uji pidato atau MC (100 poin), memiliki impian tertulis (100 poin), serta lulus ujian keterampilan (100 poin).
Di hadapan para wisudawan, Wali Kota Malang juga menitipkan pesan penting agar para generasi muda ini tetap memegang teguh nilai-nilai agama dan etika. “Anak-anak harus terus belajar, menghormati guru dan orang tua, serta menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Ilmu yang dimiliki harus diiringi akhlak mulia agar kelak menjadi generasi yang bermanfaat bagi bangsa dan negara,” tuturnya.
Sementara itu, Pembina Yayasan Qurrota A’yun, H. Rokhmad, S.Sos, menjelaskan bahwa standar kelulusan 1.000 poin ini merupakan komitmen jangka panjang yayasan untuk menjaga mutu kelulusan. Pihaknya memadukan aspek spiritual, karakter, akademik, hingga kepemimpinan sebagai bekal siswa menuju jenjang pendidikan berikutnya.
“Kami bersyukur pada tahun ajaran 2025/2026 ini, seluruh siswa kelas VI yang berjumlah 82 anak berhasil memenuhi target delapan syarat tersebut, sehingga dinyatakan lulus 100 persen,” tandas Rokhmad. [mut.wwn]


