Surabaya, Bhirawa
UMKM merupakan salah satu pendukung perekonomian secara lokal dan nasional. UMKM yang berkembang akan menyerap tenaga kerja secara informal untuk membantu proses produksi maupun tenaga kerga yang memasarkan produk tersebut. Pemerintah daerah termasuk Pemkot Surabaya berupaya meningkatkan pelatihan dan pembinaan umkm supaya umkm lebih berkembang kualitas produknya, memiliki ijin usaha dan meningkat penjualannya.
Sejalan dengan itu, Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menunjukkan komitmennya untuk membantu memberdayakan UMKM. Dalam kegiatan pelatihan dipaparkan materi manajemen pemasaran yang disampaikan Dr Estik Hari Prastiwi, MM, manajemen Keuangan oleh Drs. Ec Istiono, MBA dan manajemen SDM oleh Dra. Sri Budi Kasiyati, MM. Pelatihan yang diberikan dosen-dosen Untag diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan UMKM wilayah Kelurahan Pucang Sewu.
Pelatihan merupakan bagian dari program Penberdayaan Masyarakat diselenggarkan LPPM Surabya dengan Bu Dr Estik Hari Prastiwi, MM sebagai Dosen Pembimbing Lapangan menyoroti keadaan tempat usaha Lumpia Bu Ina yang tidak layak dan tidak higeinis untuk produksi makanan. Upaya yang dilakukan dengan memberikan bantuan keramik untuk dinding supaya tempat produksi lebih higienis dan layak sehingga bila dilakukan promosi dengan media sosial bisa menarik minat pembeli.
Perubahan tempat produksi setelah diberi bantuan keramik menjadi lebih bersih, lebih heiginis dan layak sebagai tempat produksi. Lumpia Bu Inak menjual lumpia Rp 2.000 perbiji dengan penjualan rata-rata 1.000 biji lumpia dan risoles. Penjualan lumpia bu Inak menggunakan penjualan secara langsung kepada pengecer yang akan menjual lumpia, risoles dengan keliling dikampung-kampung. Sebagian besar penjual keliling merupakan warga sekitar rumah bu Inak, keberadaan umkm lumpia bu Inak membantu masyarakat sekitar dengan menambah lapangan pekerjaan. [why]


