Surabaya, Bhirawa
Universitas Bhayangkara (Ubhara) Surabaya mewisuda 207 lulusan program sarjana dan magister pada Wisuda Sarjana Angkatan LIX dan Magister Angkatan XXXIV Tahun 2026 di Graha Ubhara Surabaya.
Prosesi wisuda jadi momentum bagi para lulusan untuk menandai keberhasilan menyelesaikan pendidikan tinggi sekaligus mempersiapkan diri menghadapi tantangan dunia kerja dan pengabdian kepada masyarakat, Rabu (17/6).
Rektor Ubhara Surabaya, Irjen Pol (Purn) Anton Setiadji, mengingatkan para wisudawan agar tidak berhenti belajar setelah meraih gelar akademik. Menurutnya, lulusan perguruan tinggi harus terus meningkatkan kompetensi, menjaga integritas, serta memiliki kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman yang semakin dinamis.
“Jangan berpuas diri. Teruslah meningkatkan kemampuan, tetap rendah hati, hindari sikap angkuh, dan tingkatkan daya saing, baik untuk memasuki dunia kerja maupun menciptakan lapangan pekerjaan,” ujarnya.
Dalam prosesi wisuda tersebut, salah satu sosok yang menarik perhatian adalah Lusy Sukmawati. Perempuan berusia 56 tahun itu tercatat sebagai wisudawan sarjana tertua pada wisuda tahun ini. Lusy berhasil meraih gelar Sarjana Hukum di tengah kesibukannya bekerja di bidang kesehatan dan saat ini juga tengah menyelesaikan pendidikan magister yang ditargetkan rampung pada akhir 2026.
Bagi Lusy, usia bukanlah penghalang untuk terus menuntut ilmu. Ia mengaku termotivasi untuk memperdalam ilmu hukum karena pekerjaannya di bidang manajemen kesehatan yang memiliki keterkaitan erat dengan aspek hukum pelayanan kesehatan.
“Saya bekerja di bidang kesehatan dan di situ sangat rawan dengan persoalan hukum. Ilmu ini sangat berguna untuk membantu membackup dokter maupun karyawan,” katanya.
Gelar Sarjana Hukum yang diraihnya merupakan gelar sarjana kedua setelah sebelumnya menyelesaikan pendidikan di bidang Bimbingan dan Penyuluhan. Dalam tugas akhirnya, Lusy mengangkat penelitian mengenai aspek hukum dalam penyelenggaraan layanan kesehatan di rumah sakit dan klinik.
Meski harus membagi waktu antara pekerjaan, keluarga, dan perkuliahan, Lusy mengaku tidak mengalami kendala berarti. Kehadirannya di tengah mahasiswa yang mayoritas berusia lebih muda justru menjadi motivasi bagi rekan-rekannya untuk tetap semangat menyelesaikan studi.
Saat ini Lusy bertugas di bagian manajemen sebuah klinik rehabilitasi medik di Surabaya. Ia berharap ilmu hukum yang diperolehnya dapat memberikan manfaat lebih besar dalam mendukung pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Rektor Anton Setiadji menambahkan, semangat belajar yang ditunjukkan Lusy menjadi bukti bahwa pendidikan tinggi tidak mengenal batas usia. Ia berharap seluruh lulusan Ubhara Surabaya dapat terus mengembangkan diri dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara. [ren.wwn]


