Surabaya, Bhirawa – Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Pemerintah Provinsi Jawa Timur melakukan peninjauan lapangan terhadap pembangunan Jalan Akses Puspa Agro.
Kegiatan ini bertujuan mendampingi calon investor yang berkeinginan berinvestasi di kawasan Puspa Agro dengan menilai kelayakan lahan dan kondisi akses jalan menuju lokasi, sehingga proses investasi dan pengembangan kawasan dapat berjalan lancar.
Peninjauan lapangan tersebut dikonfirmasi oleh Ahmad Faathir Wicaksono, Kepala Bidang Pembangunan & Peningkatan Jalan dan Jembatan Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur, kepada Bhirawa, Rabu (17/6/2026).
Menurut Faathir, rencana pembangunan Jalan Akses Puspa Agro telah mendapatkan persetujuan dan resmi dimasukkan dalam program pembangunan jalan baru Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk tahun 2026.
“Pembangunan Jalan Akses Puspa Agro ini masuk dalam sembilan program pembangunan dan peningkatan Jalan dan Jembatan DPU Bina Marga di 2026,” tegasnya menambahkan.
Menurut dia, masuknya program pekerjaan ini dalam program tahun 2026 yang menandakan komitmen pemerintah provinsi untuk memperkuat konektivitas infrastruktur di kawasan yang berpotensi menjadi pusat kegiatan ekonomi.
Peninjauan lapangan dilaksanakan oleh tim dari DPU Bina Marga Jawa Timur bekerja sama dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pembangunan Jalan dan Jembatan (PJJ) Surabaya.
Kolaborasi ini dimaksudkan untuk menggabungkan kajian teknis skala provinsi dengan pengetahuan lokal UPT yang memahami kondisi lapangan secara rinci.
“Proses perencanaan dan survei lapangan meliputi pemetaan kondisi tanah, lebar dan kualitas jalan eksisting. Hasil kajian teknis ini nantinya akan menjadi dasar perancangan jalan yang didalamnya termasuk spesifikasi konstruksi,” papar Faathir menutup.
Dalam kesempatan berbeda, Ervan Ikka Lutfiansyah, Kepala UPT PJJ Surabaya, memberikan gambaran waktu penyelesaian proyek. Dia menjelaskan bahwa pengembangan dan pemantapan akses kawasan Puspa Agro ditargetkan selesai pada tahun 2027.
“Dengan infrastruktur yang baik, Puspa Agro diharapkan menjadi pusat distribusi logistik dan pangan yang mendukung pertumbuhan perekonomian di Jawa Timur hingga Indonesia Bagian Timur,” ujarnya.
Ervan menekankan harapan bahwa perbaikan akses tidak hanya mempermudah mobilitas barang dan investor, tetapi juga mengangkat peran Puspa Agro sebagai simpul distribusi komoditas agrikultur.
Akses jalan yang memadai diharapkan dapat menurunkan biaya logistik, mempercepat aliran barang dari produsen ke pasar, dan menarik lebih banyak pelaku usaha skala besar maupun UKM untuk beroperasi atau bermitra di kawasan tersebut. [aya.kt]


