31.7 C
Sidoarjo
Wednesday, June 17, 2026
spot_img

Tingkatkan Standar Pelayanan, Diskop UKM Jatim Gelar Forum Konsultasi Publik

Surabaya, Bhirawa – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar Forum Konsultasi Publik dalam rangka Evaluasi Standar Pelayanan 2025 dan Penyusunan Standar Pelayanan 2026 yang diadakan pada Rabu (17/6/2026).

Rapat dibuka oleh Arina Nur Fauziyah, M.S.E, Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur dan dihadiri oleh Perwakilan dari Dekopinwil, Koperasi, UKM, Akademisi, media dan mahasiswa.

Dalam sambutannya, Arina mengatakan jika tujuan dari agenda ini adalah dalam rangka evaluasi standar pelayanan 2025 dan penyusunan standar pelayanan 2026.

“Pada tahun 2026 Dinas koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur menjadi salah satu lokasi uji petik dari Kementerian Koordinator Bidang Pangan karena adanya salah satu program prioritas KDKMP sehingga agenda ini menjadi wadah Dinas dalam menyerap aspirasi dari masyarakat terhadap standar pelayanan yang ada di Dinas,” tegasnya.

Tren nilai SKM menunjukkan kecenderungan menurun setelah mengalami peningkatan pada TW II tahun 2025. Meskipun demikian, tingkat kepuasan masyarakat secara umum terjaga dengan baik.

“Oleh karena itu, diperlukan upaya perbaikan dan peningkatan kualitas layanan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kepuasan masyarakat,” papar dia.

Dalam rapat tersebut juga dibahas delapan saran dari masyarakat. Saran-saran ini dibahas sebagai acuan peningkatan kinerja Diskop UKM Jatim kedepan.

Saran-saran tersebut diantaranya, pertama adalah peningkatan kualitas layanan digital kegiatan melalui penyempurnaan sistem pengunduhan sertifikat dan pengembangan layanan berbasis teknologi informasi.

Berita Terkait :  KAI Daop 7 Madiun Berikan Manfaat Boarding Pass Through Value

Kedua, peningkatan penyediaan sarana dan prasarana pendukung kegiatan guna menunjang kenyamanan dan kelancaran proses pembelajaran peserta.

Ketiga, menyusun kurikulum pelatihan yang lebih aplikatif dengan memperbanyak sesi praktik dan menghadirkan narasumber yang sesuai dengan kebutuhan peserta.

Keempat, memperluas cakupan program pelatihan dan pendampingan, khususnya di bidang pengelolaan keuangan usaha, digitalisasi usaha, dan kewirausahaan bagi generasi muda.

Kelima, memfasilitasi promosi dan pemasaran produk UMKM melalui kegiatan bazar, pameran, business matching, dan ruang promosi pada setiap kegiatan pembinaan.

Keenam, memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan perguruan tinggi, perbankan, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan lainnya dalam pengembangan koperasi dan UMKM.

Ketujuh, meningkatkan efektivitas layanan pembinaan dan pendampingan melalui koordinasi yang lebih intensif dengan perangkat daerah terkait.

Kedelapan, mengoptimalkan penyaluran bantuan dan dukungan program kepada peserta sesuai kebutuhan, ketersediaan anggaran, dan ketentuan yang berlaku. [aya.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!