28.3 C
Sidoarjo
Tuesday, June 16, 2026
spot_img

Pemkot Kediri Gelar Istighosah Tahun Baru Islam, Ribuan Jemaah Padati Balai Kota

Kota Kediri, Bhirawa
Ribuan jamaah memadati halaman Balai Kota Kediri hingga ruas jalan protokol di kawasan pusat kota, Senin malam (15/6). Mereka mengikuti istighosah dan doa bersama dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah yang digelar Pemerintah Kota Kediri bersama ulama dan tokoh agama.

Istiqhosah dihadiri sejumlah ulama dan pengasuh pondok pesantren di Kota Kediri, diantaranya KH Kafabihi Mahrus, KH Abdul Hamid Abdul Qadir, KH Zubadus Zaman Thoha, KH Fuad Taqiyuddin Yunus, KH Hasan Syukri Zamzani Mahrus, KH An’im Falahuddin Mahrus, KH Athoillah Sholahuddin Anwar, KH Imam Yahya Malik, serta Ketua PCNU Kota Kediri KH Abu Bakar Abdul Jalil bersama jajaran.

Sejak sore hari, ribuan masyarakat dari berbagai kalangan, mulai santri, pelajar, hingga elemen masyarakat lainnya, tampak memenuhi area Balai Kota Kediri. Lantunan dzikir dan doa bersama berlangsung khidmat, menciptakan suasana religius di pusat pemerintahan Kota Kediri.

Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati mengatakan, pergantian tahun Hijriah menjadi momentum untuk memperkuat keimanan, mempererat persaudaraan, serta menumbuhkan kepedulian sosial di tengah perubahan zaman yang semakin cepat.

”Di tengah perubahan yang begitu cepat, saya merasa ada hal yang tidak boleh berubah, yaitu nilai-nilai keimanan, persaudaraan, dan kebersamaan. Alhamdulillah, Kota Kediri memiliki kekuatan itu melalui peran para ulama, pesantren, dan tradisi keagamaan yang selama ini menjadi penuntun masyarakat,” ujar Vinanda.

Berita Terkait :  Trafik Melonjak Double Digit, Indosat Jaga Keandalan Jaringan di Periode Tahun Baru

Menurut Vinanda, pembangunan Kota Kediri tidak hanya berfokus pada aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga pada penguatan karakter masyarakat, khususnya generasi muda agar memiliki akhlak, adab, dan kepedulian terhadap sesama.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Al Amin Ngasinan sekaligus Ketua MUI Kota Kediri, KH Anwar Iskandar dalam tausiyahnya mengajak masyarakat menjadikan Muharram sebagai momentum memperbanyak amal kebaikan, introspeksi diri, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.

KH Anwar menjelaskan, Bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Karena itu, pergantian tahun Hijriah hendaknya diisi dengan kegiatan yang membawa manfaat bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar.

”Memuliakan Bulan Muharram bukan dengan hura-hura, tetapi dengan memperbanyak amal, istighfar, tobat, dan melakukan kebaikan yang bermanfaat bagi sesama,” tuturnya.

Dalam tausiyahnya, KH Anwar juga menyampaikan sejumlah peristiwa penting yang berkaitan dengan 10 Muharram atau Hari Asyura, termasuk kisah para nabi yang menjadi pelajaran bagi umat Islam. [van.nov.fen]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!