28.3 C
Sidoarjo
Tuesday, June 16, 2026
spot_img

SMPN 1 Panarukan Lahirkan Duta Inovasi Pesisir dengan Program Stem Rekapen


Situbondo, Bhirawa
SMP Negeri 1 Panarukan, Kabupaten Situbondo, tercatat berhasil membumikan materi kurikulum IPA menjadi gerakan teknologi tepat guna yang berdampak langsung bagi masyarakat melalui proyek berbasis Stem (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) bernama Rekapen (Rekayasa Kreatif Adaptif Spensapan Engineer).

Dalam realisasi program ini menantang siswa dari ruang kelas untuk mengamati masalah higienitas pada proses pembuatan rengginang, olahan pangan lokal yang banyak diproduksi tradisional di pinggir jalan raya Panarukan. “Kondisi penjemuran rengginang terbuka yang rentan polusi debu jalanan dan lalat memantik kepedulian siswa,” sebut inovator program, Anis Budi Rizkiyati, S.Pd., M.Pd.

Masih kata Anis Budi Rizkiyati, berbekal pemahaman materi Suhu, Kalor, dan Perpindahannya, para siswa di bawah bimbingan dirinya, berhasil merakit alat pengering REKAPEN berbentuk kotak hitam portabel yang sangat praktis.

“Alat Rekapen ini dirancang minimalis dengan bagian penutup yang menggunakan kawat jaring (ram) berwarna hitam,” sebut Anis Budi Rizkiyati.

Terkait, pemilihan material jaring hitam pada penutup ini berfungsi sangat vital untuk memaksimalkan penyerapan kalor radiasi matahari secara langsung ke dalam kotak sekaligus menjaga rengginang dari gangguan luar. “Penutup ini juga dilengkapi dengan cermin reflektor dinamis yang saat dibuka mampu memantulkan tambahan cahaya matahari ke dalam wadah,” tutur Anis Budi Rizkiyati.

Nah, dengan seluruh badan kotak yang dilapisi cat hitam doff, tambah dia, tercipta akumulasi panas yang menaikkan suhu internal secara drastis hingga mencapai rentang optimal 40°C sampai 60°C. “Berkat prinsip konveksi alami, proses pengeringan kerupuk rengginang terbukti hemat waktu hingga setengahnya dan menghasilkan produk yang jauh lebih higienis,” ungkap Anis Budi Rizkiyati.

Berita Terkait :  Unusa Lantik Dekan FK Baru, Fokus Tingkatkan Kualitas Pendidikan Kedokteran

Anis Budi Rizkiyati kembali menambahkan, guna memastikan standar teknis yang matang, SMPN 1 Panarukan menggandeng Program Studi Teknik Kelautan Universitas Abdurachman Saleh (UNARS) Situbondo sebagai mitra pendampingan dalam pengembangan inovasi ini.

“Tak berhenti di situ, sekolah juga menjalin kerja sama dengan UD Permata Indah Situbondo, sebuah UMKM pengolah hasil laut lokal. Sehingga para siswa dapat belajar langsung mengenai cara mengolah hasil laut yang berkualitas dan memiliki nilai jual di pasaran,” urai Anis Budi Rizkiyati.

Disisi lain, Kepala SMPN 1 Panarukan, Dwi Sukwantoro, S.Pd., M.M.Pd., menjelaskan bahwa selain menjadi wadah pembentukan karakter dan empati sosial siswa (student agency), proyek ini memiliki korelasi kuat dengan program kewirausahaan sekolah bertajuk “Peta Calon Juragan”. Selanjutnya, jika kualitas bahan baku rengginang lokal bersih dan tidak tercemar debu, produk turunan yang dikembangkan sekolah pun dapat berkembang dan bernilai jual lebih baik.

“Kami ingin siswa tidak sekadar menghafal rumus di atas kertas demi mengejar nilai ujian. Melalui proyek Rekapen ini, kami mencetak generasi yang tanggap dan mampu memberikan solusi nyata terhadap tantangan di daerahnya sendiri,” tegas Dwi Sukwantoro, S.Pd., M.M.Pd.

Diharapkan oleh Dwi Sukwantoro, inovasi kotak REKAPEN ini bisa menjadi langkah awal bagi warga pengolah rengginang di Panarukan untuk meningkatkan taraf ekonomi keluarga mereka. “Ini nanti sekaligus menjadi bukti bahwa inovasi sekolah mampu membawa dampak sosial yang nyata,” papar Dwi Sukwantoro. [awi.wwn]

Berita Terkait :  Ahli Gizi JICA Puji dan Acungi Jempol Pelaksanaan MBG oleh SPPG Polres Tulungagung

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!