28.3 C
Sidoarjo
Tuesday, June 16, 2026
spot_img

DPU SDA Jatim Siapkan Strategi Adaptif Antisipasi Ekstrem Musim

Pemprov Jatim, Bhirawa.
Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (DPU SDA) Provinsi Jawa Timur mengambil pendekatan adaptif untuk menghadapi variabilitas cuaca dan tekanan terhadap pasokan air, dari banjir saat musim hujan hingga kekeringan di musim kemarau. Dengan menangani 178 daerah irigasi di seluruh provinsi, instansi ini menegaskan pentingnya kombinasi pemeliharaan rutin dan langkah taktis untuk menjaga fungsi irigasi sekaligus mengamankan kebutuhan air pertanian dan rumah tangga.

Ada beberapa langkah yang dilakukan oleh Dinas PU SDA Jatim dalam melakukan pemeliharaan irigasi. Pertama, pemeliharaan dilakukan secara rutin melalui pembersihan saluran. Kedua, pengangkatan sedimentasi.

Pendekatan rutin tersebut meliputi pembersihan saluran dan pengangkatan sedimentasi yang membantu mempertahankan kapasitas aliran dan mencegah penyumbatan yang memperparah banjir. Selain itu, perawatan struktural dan inspeksi dini menjadi bagian penting untuk memastikan infrastruktur irigasi tetap andal.

“Ketiga, perawatan bangunan irigasi, keempat adalah inspeksi jaringan dan yang kelima adalah perbaikan kerusakan ringan agar fungsi irigasi tetap optimal,” ujar Ari Pudji Astono, Humas Dinas PU SDA Provinsi Jatim ketika di konfirmasi Bhirawa, Senin (15/6/2026).

Di samping kegiatan rutin, DPU SDA Jatim menerapkan langkah taktis menjelang dan selama musim hujan untuk mengurangi risiko luapan dan banjir. Normalisasi sungai dan saluran serta pengerukan sedimentasi meningkatkan kapasitas tampung aliran air, sementara perbaikan tanggul dan pembersihan sampah mengurangi titik rapuh infrastruktur. Pengaturan operasi pintu air dan bangunan pengendali banjir menjadi kunci dalam merespons lonjakan debit secara cepat.

Berita Terkait :  Indra Kuspriyadi Diminta Perkuat Sinergi dan Jaga Stabilitas Ekonomi Daerah

DPU SDA Provinsi Jatim, sambung Ari, juga memiliki beberapa langkah taktis dalam melakukan perbaikan dan pencegahaan luapan air saat musim hujan.

“Diantaranya adalah langkah pencegahan berupa normalisasi sungai dan saluran, pengerukan sedimentasi, perbaikan tanggul, pembersihan sampah, serta pengaturan operasi pintu air dan bangunan pengendali banjir,” urai dia menambahkan.

Sementara itu, menjelang musim kemarau, fokus bergeser ke konservasi dan distribusi air agar pasokan tetap tersedia untuk pertanian dan kebutuhan masyarakat. Langkah-langkah seperti pemetaan ketersediaan air dan penyusunan rencana tata tanam membantu mengatur prioritas penggunaan air. Menjamin jaringan irigasi berfungsi dengan baik juga mengurangi kehilangan air sepanjang sistem distribusi.

Selain persiapan musim hujan, Ari juga menjelaskan jika pihaknya juga memiliki persiapan antisipasi yang dilakukan saat musim kemarau datang.

“Saat kemarau datang, kami melakukan pemetaan ketersediaan air, penyusunan rencana tata tanam dan pembagian air, serta memastikan jaringan irigasi berfungsi dengan baik untuk mengurangi kehilangan air,” tegas dia.

Ketika kekeringan memuncak di beberapa daerah, DPU SDA Jatim menerapkan langkah darurat yang menekankan pengaturan pasokan secara bergilir dan pemanfaatan reservoir secara optimal. Koordinasi lintas instansi dan pemangku kepentingan lokal juga menjadi strategi penting untuk memastikan distribusi air yang adil dan efisien.

Ketika ditanya, terkait penanganan khusus ketika masuk musim kemarau dan banyak terjadi kekeringan dan kesulitan pasokan air disejumlah daerah, Ari menjawab, jika pihaknya juga memiliki treatment khusus merespon hal tersebut.

Berita Terkait :  Baznas dan Bupati Sidoarjo Raih Penghargaan Baznas Award 2025

“Kami melakukan pengaturan distribusi air dengan sistem gilir, optimalisasi waduk dan bendungan. Selain itu, kami juga berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menjaga ketersediaan air bagi pertanian dan masyarakat,” cetus dia menutup.

Dengan kombinasi langkah preventif, operasional, dan koordinatif ini, DPU SDA Jatim membentuk kerangka kerja yang adaptif terhadap fluktuasi musim. Pendekatan tersebut tidak hanya menekankan perawatan infrastruktur fisik, tetapi juga pengelolaan sumber daya air secara terencana untuk menjamin ketahanan pasokan bagi sektor vital seperti pertanian. [aya.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!