30 C
Sidoarjo
Tuesday, June 16, 2026
spot_img

Disparekrafbudpora Gresik Sosialisasikan Perizinan Berbasis Risiko dan Keselamatan, Sasar 30 Pengelola Wisata Berwahana Air

Gresik, Bhirawa – Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disparekrafbudpora) Kabupaten Gresik menggelar sosialisasi penerapan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko serta pedoman keselamatan wisatawan. Kegiatan ini ditujukan khusus bagi pengelola destinasi wisata berwahana air, sebagai langkah meningkatkan tata kelola yang tertib, aman, dan sesuai ketentuan peraturan.

Kepala Disparekrafbudpora Gresik, drg. Saifudin Ghozali, menjelaskan bahwa dalam pengurusan perizinan, pihaknya lebih mengutamakan pembinaan dan pendampingan kepada para pelaku usaha pariwisata.

“Setiap tahun kami mengundang seluruh pengelola destinasi untuk mendapatkan bimbingan mengenai pentingnya perizinan serta cara pengurusannya. Narasumber kami hadirkan dari DPMPTSP, Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Timur, maupun BPBD Kabupaten Gresik,” ujarnya.

Kali ini kegiatan diikuti oleh 30 pengelola wisata berwahana air se-Kabupaten Gresik, antara lain, Wisata Pantai Dalegan (Desa Dalegan, Kec. Panceng), Banyuurip Mangrove Center (Desa Banyuurip, Kec. Ujungpangkah), Doudo Edu Wisata (Desa Doudo, Kec. Panceng), Dynasty Water World, Edu Wisata Lontar Sewu (Desa Hendrosari, Kec. Menganti), Kolam Renang & Kafe Gubuk Wringin, Kolam Renang Bajak Laut, Kolam Renang & Pusat Kebugaran Tiara, serta pengelola lainnya.

Materi disampaikan oleh narasumber dari DPMPTSP, Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Timur, dan BPBD Kabupaten Gresik. Diuraikan pula bahwa pengurusan izin dilakukan melalui sistem OSS (Online Single Submission) sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025 tentang Perizinan Berusaha Berbasis Risiko, dengan pembagian empat kategori, Risiko rendah & menengah rendah, langsung lewat OSS. Sedangkan risiko menengah tinggi dan tinggi  perlu rekomendasi tambahan dari Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Timur.

Berita Terkait :  Wakil Gubernur Emil Dardak Buka Pelatihan Fasilitator Digital UMKM Disabilitas

drg. Saifudin menambahkan, pembinaan seperti ini akan terus dilakukan secara rutin. Bahkan pekan depan direncanakan sosialisasi serupa bagi pengelola destinasi selain wahana air.

Tujuannya agar seluruh pelaku usaha paham betul tentang perizinan dan aspek keselamatan, sehingga seluruh destinasi wisata di Gresik dapat berkembang secara aman, nyaman, dan berkelanjutan sesuai ketentuan yang berlaku. [kim.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!