32.2 C
Sidoarjo
Tuesday, June 16, 2026
spot_img

Pemkab Situbondo Gagas Konsep Pertanian Terpadu Berupa Akademi Tani Muda dan Ternak Muda

Situbondo, Bhirawa – Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, merrsmikan kegiatan Capacity Building Penguatan Kapasitas dan Kelembagaan Klaster Pangan Petani Milenial Kabupaten Situbondo yang digelar oleh Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jember di Pendopo Pate Alos Besuki, Senin (15/6).

Mas Rio panggilan akrab Bupati Situbondo itu mengatakan, Pemerintah Kabupaten Situbondo berencana meluncurkan program Akademi Tani Muda dan Akademi Ternak Muda setelah perubahan anggaran tahun 2026.

“Program tersebut disiapkan untuk memperkuat kapasitas generasi muda di sektor pertanian dan peternakan sekaligus mendukung upaya pengendalian inflasi daerah. Program tersebut akan mulai dijalankan usai perubahan anggaran tahun ini,” ujar Mas Rio.

Lebih lanjut Mas Rio menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian Republik Indonesia terkait rencana pelaksanaannya dan sudah mendapatkan respon yang positif.

“Kita akan melaksanakan kegiatan Akademi Tani Muda dan Akademi Ternak Muda pasca perubahan anggaran tahun 2026. Saya sudah laporkan ke Wakil Menteri Pertanian RI, Sudaryono dan insyaallah beliau akan berkenan hadir ke acara tersebut,” imbuhnya.

Menurut Mas Rio, Situbondo memiliki lokasi yang dinilai ideal untuk menjadi pusat praktik para peserta akademi tersebut.

“Lokasi itu berada di Desa Gelung, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo yang telah menerapkan konsep pertanian terintegrasi,” tuturnya.

Mas Rio kembali menuturkan bahwa konsep pertanian terpadu itu memungkinkan peserta mendapatkan pengalaman langsung dari berbagai subsektor pertanian dan peternakan dalam satu kawasan.

Berita Terkait :  Bupati Madiun Terima Kunjungam Menteri Lingkungan Hidup, Dorong Raih Adipura

“Diharapkan program ini dapat dikolaborasikan dengan peserta Akademi Tani Muda maupun Akademi Ternak Muda. Penguatan sektor pertanian dan peternakan menjadi bagian dari strategi daerah dalam menjaga stabilitas harga pangan,” katanya.

Langkah tersebut, sambung Mas Rio, dinilai penting karena pengendalian inflasi selama ini menjadi perhatian utama Bank Indonesia. “Kami lakukan dalam rangka menjaga inflasi yang sering menjadi konsen dari Bank Indonesia,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Mas Rio juga berharap perhatian Bank Indonesia terhadap pengembangan sektor pangan di Situbondo semakin ditingkatkan. “Saya berharap Bank Indonesia fokusnya berubah ke Situbondo yang masih tenggelam ini,” pungkas Mas Rio. [awi.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!