28.9 C
Sidoarjo
Monday, June 15, 2026
spot_img

BPBD Kota Kediri Latih Kesiapsiagaan Bencana Siswa Berkebutuhan Khusus

Kediri, Bhirawa – Pemerintah Kota Kediri melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus memperkuat budaya kesiapsiagaan bencana di berbagai lingkungan. Kali ini, edukasi dan simulasi mitigasi bencana menyasar Yayasan Pendidikan Luar Biasa Putra Asih Kota Kediri, dengan melibatkan 140 siswa berkebutuhan khusus jenjang SDLB hingga SMALB, Senin (15/6).

Dalam kegiatan tersebut, para siswa diberikan pemahaman dasar menghadapi situasi darurat, mulai dari cara mencari titik aman saat terjadi gempa bumi, mengenali jalur evakuasi, hingga langkah penyelamatan diri secara mandiri.

Kepala BPBD Kota Kediri Joko Ariyanto mengatakan, upaya pengurangan risiko bencana tidak hanya dilakukan saat bencana terjadi, tetapi justru harus dimulai sejak sebelum bencana melalui edukasi dan simulasi.

“Esensi utama dari penanggulangan bencana justru terletak pada tahap prabencana, yaitu melalui sosialisasi, edukasi dan simulasi. Ini sebagai upaya pencegahan supaya tidak menimbulkan banyak korban jiwa, karena ketidaktahuan dan kepanikan sering kali menjadi pemicu utama timbulnya korban jiwa ketika bencana terjadi,” kata Joko.

Selain memberikan materi kepada siswa, BPBD juga membekali para guru pendamping dengan keterampilan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K). Materi yang diberikan meliputi teknik pembalutan luka, penanganan awal patah tulang, serta pemanfaatan alat sederhana sebagai sarana evakuasi darurat.

Menurut Joko, kegiatan tersebut diharapkan mampu membangun sekolah yang tangguh bencana. Pengetahuan kebencanaan yang diperoleh peserta diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat diteruskan kepada siswa lainnya di lingkungan sekolah.

Berita Terkait :  Pemkot Batu Pastikan Belasan Ribu Pekerja Informal Terlindungi Jaminan Sosial

“Harapannya, pengetahuan ini menjadi budaya kesiapsiagaan yang terus berjalan sehingga tercipta lingkungan sekolah yang aman dan siap menghadapi berbagai potensi bencana,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SLB-B Putra Asih Kota Kediri Rahmah Hidayah Solikhatin menyampaikan, kerja sama dengan BPBD menjadi bagian penting dalam memberikan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa berkebutuhan khusus.

“Anak-anak kami membutuhkan pembelajaran yang lebih banyak melalui visualisasi dan praktik langsung. Karena itu, kami menghadirkan BPBD agar siswa memahami apa yang harus dilakukan ketika menghadapi situasi bencana,” jelasnya.

Rahmah menambahkan, pembekalan kebencanaan penting diberikan sejak dini karena para siswa nantinya akan banyak beraktivitas di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Selain pelatihan, pihak sekolah juga meminta pendampingan BPBD untuk memetakan kembali jalur evakuasi yang aman di lingkungan sekolah. Setelah kegiatan ini, sekolah berencana menggelar simulasi mandiri untuk mengukur pemahaman siswa dan guru terhadap materi mitigasi yang telah diberikan. [van.nov.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!