27.3 C
Sidoarjo
Sunday, June 14, 2026
spot_img

Antisipasi Rem Blong di Jalur Ekstrem, Rest Area Bromo Safety Initiative Beroperasi

Kab. Probolinggo, Bhirawa
Upaya meningkatkan keselamatan wisatawan yang berkunjung ke kawasan Gunung Bromo terus dilakukan. Salah satunya melalui kehadiran Rest Area Bromo Safety Initiative di Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura yang diresmikan Wakil Bupati Probolinggo Fahmi AHZ, Sabtu (13/6).

Peresmian ditandai dengan pemotongan pita dan dihadiri perwakilan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS), Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Probolinggo Edy Suryanto, Forkopimka Sukapura, Pemerintah Desa Ngadisari, tokoh masyarakat serta sejumlah komunitas penggagas Bromo Safety Initiative.

Keberadaan rest area tersebut diproyeksikan menjadi tempat singgah bagi wisatawan, khususnya pengguna sepeda motor yang melintasi jalur menuju Bromo dengan karakter medan tanjakan dan turunan yang cukup ekstrem.

Wabup Probolinggo Fahmi AHZ mengatakan rest area tersebut bukan sekadar fasilitas untuk beristirahat, tetapi juga bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan keselamatan wisatawan yang datang ke kawasan Bromo. “Peresmian rest area ini bukan hanya sekadar peresmian tempat istirahat. Ini adalah peresmian tempat yang dengan keberadaannya kita berikhtiar untuk menyelamatkan nyawa. Bromo adalah mercusuar pariwisata Kabupaten Probolinggo yang dikenal hingga mancanegara. Karena itu, selain menjaga keindahan alamnya, kita juga harus memastikan wisatawan yang datang merasa aman, nyaman dan keselamatannya terjamin,” katanya.

Menurut Fahmi, keselamatan wisatawan harus menjadi perhatian utama mengingat Bromo merupakan destinasi unggulan Kabupaten Probolinggo yang telah dikenal hingga tingkat internasional. Karena itu, fasilitas pendukung yang mampu menunjang keamanan dan kenyamanan pengunjung perlu terus dihadirkan melalui kolaborasi berbagai pihak.

Berita Terkait :  Polres Mojokerto Kota Siaga Amankan Proses Rapat Pleno DPSHP Pilkada 2024

Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan rest area tersebut. Menurutnya, sinergi yang terbangun dapat menjadi modal penting dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar.

“Langkah kebaikan ini saya yakin akan melahirkan banyak kebaikan lainnya. Hari ini fokusnya keselamatan pengendara dan wisatawan, tetapi ke depan bisa berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat melalui UMKM dan berbagai kegiatan produktif lainnya yang memberikan manfaat serta maslahat bagi warga sekitar,” tegasnya.

Lebih lanjut Fahmi menegaskan Pemerintah Kabupaten Probolinggo siap mendukung pengembangan kawasan Bromo sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah.”Kami siap mendukung pengembangan kawasan Bromo. Mudah-mudahan dengan hadirnya fasilitas ini wisatawan semakin tertarik berkunjung, semakin lama tinggal di kawasan Bromo dan pada akhirnya mampu memberikan manfaat yang seluas-luasnya bagi masyarakat Kabupaten Probolinggo,” tambahnya.

Sementara Camat Sukapura Nur Rachmad Sholeh menyampaikan apresiasi atas hadirnya Rest Area Bromo Safety Initiative. Menurutnya, fasilitas tersebut merupakan langkah nyata untuk meningkatkan keselamatan wisatawan yang melintasi jalur menuju Bromo.

Ia menjelaskan gagasan pembangunan rest area bermula dari keinginan Pemerintah Desa Ngadisari menyediakan tempat singgah bagi para pengendara. Seiring berjalannya waktu, inisiatif tersebut mendapat dukungan dari berbagai komunitas, Rumah Zakat, Bromo Safety Initiative serta sejumlah mitra lainnya hingga akhirnya dapat direalisasikan. “Alhamdulillah ada satu jalan kebaikan lagi yang muncul di Desa Ngadisari untuk menyelamatkan para pengendara yang berwisata ke Sukapura dan Bromo, baik wisatawan mancanegara maupun wisatawan lokal. Ini adalah langkah baik yang perlu kita dukung dan doakan agar semakin banyak kebaikan yang lahir dari rest area ini,” ujarnya.

Berita Terkait :  Tuban dan Malang Siap Bentuk Koperasi Merah Putih

Nur Rachmad menilai keberadaan rest area sangat dibutuhkan mengingat jalur menuju Bromo memiliki banyak tanjakan dan turunan curam yang berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan apabila pengendara memaksakan perjalanan tanpa beristirahat.

“Sejak awal kami memiliki cita-cita menjadikan Kecamatan Sukapura sebagai kawasan wisata yang tenang, aman dan nyaman. Karena itu kami mendukung sepenuhnya keberadaan Rest Area Bromo Safety Initiative sebagai sarana untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan wisatawan,” jelasnya.

Di sisi lain, Inisiator Bromo Safety Initiative Ida Nyoman Siswoyo mengungkapkan pembangunan rest area dilatarbelakangi masih adanya kecelakaan lalu lintas yang terjadi di jalur wisata Bromo, terutama yang melibatkan pengguna sepeda motor matic.

“Kami melihat kunjungan wisatawan ke Bromo sangat tinggi, baik dari dalam maupun luar negeri. Namun di sisi lain masih terjadi beberapa kecelakaan, khususnya yang melibatkan pengguna sepeda motor matic. Dari situ kami ingin menghimbau masyarakat, warga sekitar dan para pengunjung agar lebih berhati-hati saat berkendara. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” ungkapnya.

Menurut Nyoman, keberadaan rest area diharapkan dapat meningkatkan kesadaran wisatawan dan masyarakat akan pentingnya keselamatan selama melakukan perjalanan menuju maupun meninggalkan kawasan Bromo. “Harapan kami, semakin banyak orang yang menyadari bahwa keselamatan jauh lebih penting daripada hal lainnya ketika melakukan perjalanan menuju maupun dari Bromo,” katanya.

Ke depan, Rest Area Bromo Safety Initiative akan dilengkapi sejumlah fasilitas pendukung, mulai dari klinik kesehatan, toilet hingga ruang bagi pelaku UMKM lokal. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan tidak hanya menunjang keselamatan wisatawan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.[fir.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!