Pemkab Mojokerto, Bhirawa
Guna mencegah sekaligus menekan resiko dampak dari musim kemarau panjang. Wakil Bupati Mojokerto Moch. Rizal Octavian, membuka Rapat Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan, Lahan, dan Laka Air. Bertempat di Smartroom Satya Bina Karya Pemkàb Mojokerto, jumat 12 /6/26 sore
Rapat tersebut digelar sebagai salah satu usaha untuk mencegah bencana alam, terutama saat musim kemarau tahun ini yang diprediksi cukup panjang dengan panas yang menyengat akibat adanya fenomena El-Nino Godzilla
Wakil Bupati Moch. Rizal atau yang lebih akrab disapa Mas Wabup itu, mengatakan bahwa rapat persiapan ini lebih dari sekadar simulasi biasa, melainkan salah satu upaya yang khususnya bertujuan untuk menguji efektivitas koordinasi di lapangan saat bencana terjadi. “Gladi ini adalah sarana untuk menguji sistem komando, komunikasi, koordinasi lintas sektor, serta kesiapan personel dan peralatan dalam menghadapi kondisi darurat yang sesungguhnya,” tuturnya.
Lehih lanjut Wabup juga mengajak keaktifan masyarakat untuk turut mendukung usaha pencegahan bencana alam sebisa mungkin, misalnya seperti tidak melakukan pembakaran sampah di lahan terbuka yang berpotensi menyebabkan kebakaran lahan secara liar.
“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau dengan tidak melakukan pembakaran lahan, sampah maupun aktivitas lain yang berpotensi menimbulkan kebakaran hutan dan lahan,” ajaknya.
Selain membahas perencanaan kesiapsiagaan pencegahan bencana kebakaran dan kecelakaan air (laka air), Mas Wabup turut melaunching proyek perubahan “Tangguh Rek” dan “Mojo Mandala”. Tangguh Rek yang sebelumnya adalah tagline dan slogan kini berubah keperuntukannya menjadi tata kelola resiliensi (pemulihan) pada kawasan rawan bencana di Kabupaten Mojokerto, selain itu Tangguh Rek kini dijadikan akronim yang mengingatkan masyarakat tentang proses antisipasi kebencanaan, yaitu Tanggap, Tangkas, Unggul, dan Harmoni.
Sedangkan untuk Mojo Mandala merupakan akronim (singkatan) dari Manajemen Data Bencana dan Pelaporan. Program ini diinisiasi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto.
Kedua program yang dilaunching oleh Mas Wabup itu memiliki dua kesamaan, yakni penanggulanagan dan penanganan bencana yang berbasis masyarakat. Moch. Rizal tentunya sangat mendukung usaha tersebut, karena menurutnya dengan partisipasi masyarakat potensi bencana alam bisa ditekan hingga titik terendah.
“Melalui Tangguh Rek, kita (pemerintah daerah) ingin menghadirkan sistem kesiapsiagaan yang lebih cepat, responsif, dan berbasis teknologi serta partisipasi masyarakat, karena sesungguhnya keberhasilan penanggulangan bencana tidak hanya ditentukan oleh pemerintah, tetapi juga oleh keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat,” tandasnya.[min.ca)


