Kediri, Bhirawa
Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Drag Bike Region 2 Putaran 1 Jawa Timur di kawasan Gunung Kelud, Kabupaten Kediri, sukses menarik antusiasme ratusan pembalap dari berbagai daerah. Sebanyak 300 peserta turut ambil bagian dalam ajang balap motor bergengsi tersebut.
Kejurnas Drag Bike yang berlangsung di kawasan wisata Gunung Kelud, Minggu (7/6) ini tidak hanya menjadi ajang adu kecepatan para pembalap, tetapi juga menjadi sarana pembinaan atlet otomotif sekaligus upaya menekan maraknya balap liar di jalan raya.
Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kabupaten Kediri, Tri Prio Nugroho, mengatakan kejuaraan tersebut merupakan wadah kompetisi resmi yang memberikan kesempatan bagi para pembalap untuk mengembangkan kemampuan dan meraih prestasi.
“Kami berharap melalui Kejuaraan Drag Bike ini dapat menjadi sarana pembinaan prestasi hingga output besarnya dapat melahirkan pembalap potensial ke depannya,” ujarnya di lokasi, Minggu sore.
Menurut Tri, keberadaan kejuaraan resmi menjadi solusi bagi para pecinta balap motor untuk menyalurkan hobi dan bakatnya secara aman serta sesuai regulasi.
“Selain itu melalui kejuaraan drag bike ini mendorong para pecinta balap motor untuk tidak melakukan balap liar di jalanan yang membahayakan orang lain,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua KONI Kabupaten Kediri Hakim Rahmadsyah Parnata menilai penyelenggaraan Kejurnas Drag Bike di Gunung Kelud menjadi momentum penting bagi perkembangan olahraga otomotif di Kabupaten Kediri.
Menurutnya, lintasan drag bike yang berada di kawasan Gunung Kelud merupakan aset daerah yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat kegiatan olahraga otomotif tingkat regional maupun nasional.
“Alhamdulillah dengan adanya Kejurnas Drag Bike di Kediri ini sebagai tuan rumah merupakan hal yang baru. Ini adalah aset Pemerintah Kabupaten Kediri yang kita manfaatkan dan ke depan insya Allah bisa menjadi agenda tahunan,” terangnya.
Hakim berharap kejuaraan tersebut mampu menjadi wadah pembinaan bagi para pembalap muda sehingga mereka dapat meniti karier olahraga secara profesional dan berprestasi.
Ia juga menegaskan bahwa KONI Kabupaten Kediri akan mendorong adanya ruang kompetisi yang lebih luas bagi atlet drag bike. Pasalnya, hingga saat ini drag bike belum menjadi cabang olahraga yang dipertandingkan dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur.
“Kami berharap bisa berkomunikasi dengan IMI Jawa Timur dan IMI Pusat agar atlet-atlet drag bike ini dapat difasilitasi mengikuti kompetisi multi event,” ungkapnya.
Selain fokus pada pengembangan olahraga otomotif, KONI Kabupaten Kediri saat ini juga tengah menyusun program pembinaan atlet jangka panjang untuk menghadapi Porprov Jawa Timur 2027.
Melalui monitoring dan evaluasi terhadap berbagai cabang olahraga, KONI akan menentukan atlet-atlet potensial yang akan masuk dalam program pemusatan latihan sebagai bagian dari persiapan menghadapi ajang olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut.
“Kami akan melakukan monitoring terhadap usulan dari cabang olahraga untuk program pemusatan latihan. Pembinaan jangka panjang terus kami siapkan sehingga menghadapi Porprov 2027 Kabupaten Kediri bisa lebih siap dan lebih matang, terutama pada cabang olahraga terukur,” pungkas Hakim. [van.nov.kt]


