28 C
Sidoarjo
Thursday, May 28, 2026
spot_img

Coret Warga Pura-pura Miskin, Pemkab Integrasikan Bansos dan Sekolah Rakyat


Pasuruan, Bhirawa
Tren penurunan angka kemiskinan ekstrem di Kabupaten Pasuruan terus menunjukkan progres positif. Hal itu tidak lepas dari langkah berani Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan yang melakukan bersih-bersih data penerima bantuan sosial (bansos). Warga yang kedapatan mampu secara ekonomi namun masih menerima bantuan langsung dicoret dari daftar.

Bupati Pasuruan, HM Rusdi Sutejo menegaskan, validasi data menjadi kunci utama dalam menekan angka kemiskinan secara akurat. Langkah tegas ini diambil agar postur anggaran perlindungan sosial dapat dialokasikan secara efektif dan tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

“Orang-orang yang pura-pura miskin itu dikeluarkan. Jadi, yang selama ini punya kendaraan pribadi tapi mendapatkan bantuan, kita tertibkan dengan pendataan ulang,” tegas Bupati yang akrab disapa Mas Rusdi tersebut, Kamis (28/5).

Menurut Mas Rusdi, perbaikan data desil secara masif otomatis akan memunculkan angka kemiskinan yang jauh lebih objektif. Tidak sekadar memangkas bantuan bagi warga yang tidak berhak, Pemkab Pasuruan juga meluncurkan serangkaian program perlindungan sosial yang terintegrasi dari hulu ke hilir.

Salah satu terobosan yang diandalkan adalah program Sekolah Rakyat untuk menjamin keberlanjutan pendidikan anak-anak dari keluarga prasejahtera. Program itu dikawinkan dengan perbaikan infrastruktur tempat tinggal mereka. “Banyak program masif yang dijalankan. Seperti saat anaknya masuk Sekolah Rakyat, maka rumah orang tuanya juga akan kita perbaiki melalui program RTLH (Rumah Tidak Layak Huni),” imbuh Mas Rusdi.

Berita Terkait :  Berdiri Megah, Pasar Bulurejo Gresik Diproyeksikan Jadi Pusat Ekonomi di Benjeng

Selain sektor pendidikan dan hunian, Pemkab Pasuruan juga memperkuat sektor pemberdayaan ekonomi lokal. Salah satunya melalui program penyediaan gizi yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat sebagai relawan dapur.

Model pemberdayaan ini terbukti efektif memberikan multiplier effect. Selain pemenuhan gizi anak tercapai, warga sekitar yang menjadi relawan juga mendapatkan penghasilan tambahan untuk mendongkrak daya beli harian mereka. “Adanya relawan dapur dalam program gizi tersebut membantu masyarakat sekitar mempunyai pendapatan yang layak, sehingga efektif mengurangi kemiskinan ekstrem,” jelas Mas Rudi.

Dengan adanya sumber pendapatan baru ini, para relawan yang sebelumnya berada di bawah garis kemiskinan kini mulai merangkak naik menuju taraf hidup yang lebih mandiri. Ke depan, tren positif penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Pasuruan diharapkan bisa terus berlanjut melalui sinkronisasi program yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah. “Mohon doanya agar kami terus dapat semaksimal mungkin melaksanakan banyak program yang ending-nya menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Pasuruan,” imbuh Mas Rusdi. [hil.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!